Berawal dari Pulau Roon, Produk Makanan Ringan Mama Papua Mulai Dilirik



Mama Rikha Rumadas (tengah) saat menerangkan proses pembuatan makanan olahan rumput laut kepada Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

MANOKWARI, NokenNews.com – Peluang pasar Ekonomi kreatif untuk mama-mama Papua, kini mulai bangkit di tengah Pandemi COVID-19. Hal ini berkat pendampingan melalui Program Ekonomi Hijau di Papua Barat.

Salah satunya Mama Rikha Rumadas, yang sehari-hari tinggal di Kampung Maripi distrik Manokwari Selatan.

Bermodalkan rumput laut kering dari kampung halamannya, Pulau Roon Teluk Wondama, ia kemudian mengolah menjadi empat produk makanan ringan, yaitu dodol, kerupuk, stick dan kue.

“Rumput laut saya dapat dari Distrik Roon, kampung saya sendiri. Kemudian diolah menjadi dodol, kerupuk tiga rasa, kue dan stick,” ujarnya saat ditemui di Manokwari, Selasa (27/10/2020).

Tak hanya membuat, namun peluang pemasaran juga tersedia. Hasil olahan yang dibuat kemudian dipasarkan ke sejumlah tempat, salah satunya cafe dengan harga terjangkau, Rp.15 ribu per kemasan.

Ia mengaku dalam sejumlah kegiatan pelatihan yang pernah diikuti, kendala utama adalah pemasaran hasil produk olahan yang dibuat.

“Terima kasih, lewat program ekonomi hijau, kami didampingi hingga pemasaran. Hasilnya untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” terangnya.

Kini makanan olahan rumput laut yang dikelola mama asli Papua di Manokwari, mulai dilirik dengan potensi pemasaran yang cukup baik dan diharapkan berjalan sesuai harapan.

Ekonomi Hijau merupakan program kerja sama dengan Balitbangda, dengan memamerkan produk olahan rumput laut dari hasil budi daya laut di Teluk Wondama.

Program ini juga ditandai dengan ekspor 20 ton rumput laut ke Surabaya, dari pelabuhan laut Manokwari, yang dilepas langsung Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan