‘Berdamai’ dengan Corona, Ledakan Kasus Intai Papua Barat



Foto : Warga jalani Rapid Test di Kota Sorong. Dikhawatirkan kebijakan New Normal picu ledakan kasus Corona di Papua Barat. (sws/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Kebijakan New Normal sesuai arahan pemerintah pusat, memicu pro dan kontra di kalangan daerah. Beraktivitas seperti semula, munculkan kekhawatiran ledakan kasus Corona, termasuk di provinsi Papua Barat.

Juru bicara Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap secara terang-terangan mengaku khawatir dengan potensi ledakan kasus Corona di Papua Barat. Terlebih perilaku masyarakat di area publik tanpa protokol kesehatan.

“Bisa terjadi ledakan kasus Corona di Papua Barat. Saya prediksi sudah banyak terjadi transmisi lokal dan lonjakan kasus bisa terjadi,” terangnya, Kamis (28/5/2020) di Manokwari.

Dicontohkan tingginya aktivitas masyarakat di area publik Manokwari, jelang perayaan Lebaran kemarin. Saat itu, banyak orang berkumpul seperti di pertokoan dan beberapa pusat perbelanjaan.

“Ke depan kita bisa saja menghadapi kenyataan jika banyak orang terpapar. Ini yang harus benar-benar diantisipasi,” jelasnya.

Dokter Arnold pun tak menampik jika Papua Barat, dalam tanda kutip secara keseluruhan belum siap menghadapi virus Corona. Kesiapan faskes, peralatan hingga tenaga medis jadi acuan untuk hal ini.

Sejauh ini terdapat 14 rumah sakit rujukan di Papua Barat, 6 diantaranya menangani pasien Corona. Sementara Polymerase Chain Reaction (PCR) baru dimiliki RS di Bintuni.

Menurutnya jika kebijakan New Normal benar dilaksanakan, masyarakat harus siap hidup berdampingan dengan Corona. Protokol kesehatan sangat dianjurkan sebagai upaya pencegahan utama.

“Protokol kesehatan di kantor, sekolah, perusahaan dan pusat keramaian menjadi perhatian sangat penting. Kenakan masker, cuci tangan, jaga kesehatan dan jangan berkerumun,” pesannya.

Gustu Covid-19 Papua Barat, berencana menyusun panduan menghadapi era New Normal. Panduan berupa petunjuk teknis protokol kesehatan akan disosialisasikan hingga tingkat terbawah RT/RW.

Lebih jauh diterangkan kebijakan setiap daerah menghadapi New Normal tentu tak sama. Ada hal teknis yang bisa saja diatur sedemikian rupa untuk mengantisipasi lonjakan kasus Corona. Misalnya protokol kesehatan diterapkan maksimal di sekolah atau perkantoran.

Kajian soal usia rentan terpapar Corona sejauh ini menunjukan usia 50 tahun keatas. Apalagi disertai penyakit bawaan seperti jantung, diabetes dan darah tinggi.

Namun bukan berarti usia di bawah 50 tahun terhindar dari virus Corona. Seperti siswa TK dan SD yang juga rentan terpapar.

“Yang harus diawasi ketat anak usia TK dan SD, karena mereka bermain dan belum memahami apa itu Corona. Apalagi nanti sekolah dibuka lagi,” paparnya.

Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan mengaku Papua Barat, siap menjalankan kebijakan New Normal, sesuai petunjuk dari pemerintah pusat. Asalkan, tetap menerapkan protokol kesehatan sesuai anjuran awal.

Dengan demikian, kebijakan New Normal jika berlaku di Papua Barat, pada intinya harus berjalan tetap dengan mematuhi protokol kesehatan. Suka tidak suka, kita harus hidup bersampingan dengan virus yang nanya Corona. (nn1/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan