Cerita Pedagang di Kaimana, Antara Stay at Home Atau Tetap Jualan



Foto : Obertina Baefa, pedagang pinang di Pasar Kroy. Dampak pandemi Covid-19, pendapatan pedagang merosot.

KAIMANA, Nokennews.com – Dampak pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), cukup meresahkan perekonomian daerah. Hal ini dirasakan sejumlah pedagang di Kabupaten Kaimana, Papua Barat.

Pada umumnya, para pedagang yang ditemui di Pasar Inpres Kroy Kaimana, Senin (13/4/2020), mengaku dilema apakah tetap berjualan atau mengikuti imbauan pemerintah untuk tetap berada di rumah (stay at home).

“Kalau tetap di rumah, saya tidak bisa menghidupi keluarga. Saya harus berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga,” terang Santy, ibu dua anak ditemui di Pasar Impres Kroy.

Obertina Baefa, pedagang pinang yang juga di Pasar Kroy, mengaku hal yang sama. Penghasilan menurun sejak seminggu terakhir karena sepi pengunjung.

Begitu juga dengan pedagang sayur yang biasa mendapat orderan dari perusahaan. Sejak wabah Covid-19, pesanan sayur pun ikut merosot.

“Biasanya 300 ribu rupiah sekali dibeli perusahaan. Sekarang tidak lagi. Apalagi kami harus membayar angsuran,” kata Sari, pedagang sayur.

Pendapatan minim juga diakui pedagang ikan. Sejak sepekan terakhir, omset jualan ikan di Pasar Inpres Kroy Kaimana, pun menurun drastis.

Para pedagang berharap perhatian pemerintah daerah, terutama dengan bantuan sembako terhadap masyarakat yang tidak mampu, di tengah wabah Covid-19 yang terjadi saat ini.

Disisi lain, sejumlah pedagang berjualan tanpa mengenakan masker. Alasannya, masker kini langka di apotik dan susah didapat.

“Kami dengar ada program bantuan dana dari pemerintah pusat, 600 ribu rupiah bagi keluarga yang tak mampu. Semoga terealisasi, karena kami benar-benar kesulitan,” ungkap seorang pedagang yang enggan identitasnya dipublikasikan. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan