DAP Doberay Desak Tutup Bandara dan Pelabuhan Demi Rakyat Papua



Foto : Ketua DAP Wilayah III Doberay, Mananwir Paul Finsen Mayor (tengah). (Istimewa)

MANOKWARI, Nokennews.com – Dewan Adat Wilayah III Doberay, mendesak penutupan akses bandara dan pelabuhan laut secara total. Ini bukan asal-asalan desakan, melainkan sesuai Pasal 59 UU Otonomi Khusus.

Ketua DAP Wilayah III Doberai, Mananwir Paul Finsen Mayor, menegaskan pasal 59 UU Otsus menyebut tiga poin penting, terkait mewabahnya Covid-19 yang dihadapi saat ini.

Pertama, Pemerintah Provinsi wajib menetapkan Standar Mutu dan melayani kesehatan penduduk.

Kedua, Pemerintah Provinsi dan kabupaten/Kota wajib mencegah dan menanggulangi penyakit Endemik atau penyakit yang membahayakan kelangsungan hidup penduduk.

Ketiga, setiap penduduk Papua berhak memperoleh pelayanan kesehatan, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dengan beban masyarakat serendah-rendahnya.

“Tiga pasal ini sudah menjadi dasar hukum yang kuat bagi Pemprov Papua Barat untuk bertindak. Untuk sementara tutup bandara dan pelabuhan,” terangnya melalui rilis tertulis, Senin (30/3/2020).

Ia menilai pembatasan dengan interval waktu yang dimaksud bertujuan untuk menyelamatkan nyawa warga Papua.

“Ingat, perekonomian bisa dibangkitkan kembali, tapi nyawa manusia tidak bisa dibangkitkan lagi. Kita bicara pencegahan, bukan mengurusi mayat manusia akibat Corona,” tegasnya.

Apalagi, lanjut Paul, peralatan medis yang belum memadai, termasuk melindungi petugas kesehatan. Dicontohkan, dua kasus positif Corona di Kota Sorong, menjadi ‘warning’ bagi Pemprov Papua Barat.

“Pejabat daerah jangan takut Jakarta, pikirkanlah nyawa saudara-saudara mu, masyarakat adat Papua dan seluruh orang di Tanah Papua,” paparnya.

Ia kembali mendesak segera pemerintah provinsi dan seluruh kabupaten/kota di Papua Barat, menutup semua akses jalur laut dan udara, demi menyelamatkan nyawa orang Papua. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan