Demo Empat Jam di Kantor Bupati Fakfak, FK-AMMF Pertanyakan Hasil CPNS 2018



Forum Komunikasi Anak Mbaham-Matta Fakfak (FK-AMMF), mendesak pengumuman CPNS Formasi 2018 di kantor Bupati Fakfak, Senin (21/9/2020). (Foto : drn/nn)

FAKFAK, Nokennews.com – Forum Komunikasi Anak Mbaham-Matta Fakfak (FK-AMMF), Senin (21/9/2020) menggelar demo di kantor Bupati Fakfak. Mereka kembali mempertanyakan hasil CPNS Formasi tahun 2018 yang belum diumumkan.

Demo oleh puluhan orang ini berlangsung pukul 11.00-14.00 WIT, dengan membawa sejumlah pamflet dan spanduk berisi desakan kepada pemerintah daerah Fakfak, soal pengumuman seleksi CPNS.

“Kami minta Bupati segera memerintahkan Kepala BKD Fakfak, agar segera mengumumkan hasil CPNS Formasi 2018 kepada publik,” tegas Engel Hindom, salah satu peserta aksi.

Mantan Plt. Kadis Perikanan Fakfak, Charles Kambu, menjelaskan Pemkab Fakfak sedang berusaha memenuhi permintaan kuota 80 persen untuk anak asli Fakfak dan 20 persen untuk anak nusantara.

“Sampai hari ini saya juga belum melihat hasilnya, kertas warna apa, siapa-siapa nama yang lolos seleksi. Pak bupati ingin agar kuota 80 persen untuk anak negeri terpenuhi,” terangnya.

Namun peserta aksi merasa tidak puas dan menginginkan kehadiran Sekda Fakfak, untuk menjelaskan lebih detail soal pengumuman CPNS.

Pendemo juga menggelar adat dengan menyertakan sirih-pinang dan kopi serta berusaha memalang kantor bupati tetapi berhasil diredam aparat kepolisian.

Ketegangan yang sempat memuncak akhirnya redah usai Sekda Fakfak, Drs. Ali Baham Temongmere, M.TP bersedia menemui pendemo. Menurutnya, rencana pengumuman seleksi CPNS 2018, 30 Agustus lalu terpaksa ditunda akibat kuota 80 persen belum terpenuhi .

“Karena kuota 80 belum dipenuhi, pengumuman seleksi belum bisa dilakukan. Jika diumumkan tanpa persetujuan pusat, maka akan berpengaruh terhadap Nomor Induk Pegawai (NIP),” ungkap sekda.

Untuk itu, semua pencari kerja di daerah ini diharapkan lebih bersabar karena pemerintah daerah sedang berusaha memenuhi kuota 80 persen, sesuai kesepakatan semua bupati/walikota di Papua Barat.

Penjelasan ini pun diterima dengan baik oleh pendemo dan mereka berharap agar kuota yang dimaksud benar-benar mengakomodir para pencari kerja anak asli Fakfak. (dnr/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan