Dokumen Kapal Tangkap Diduga Palsu, PT. IPN Bantah ‘Main Mata’



Foto : Deretan kapal tangkap milik PT. IPN Kaimana, Papua Barat. Pihak perusahaan membantah dokumen ijin kapal yang diduga sengaja dipalsukan.

KAIMANA, Nokennews.com – PT Industri Perikanan Namatota (IPN) Kaimana, membantah tegas dugaan dokumen kapal yang dipalsukan dalam hal ijin operasional.

Pihak manajemen PT IPN Kaimana, mengkalim jika semua ijin operasional 48 kapal milik perusahaan mengikuti prosedur sesuai aturan.

“Tidak benar jika ijin kapal milik IPN disebut tidak melalui prosedur. Itu merugikan perusahaan,” sebut manajemen PT. IPN, Ari Triyuwono, Senin (27/7/2020) via ponselnya.

Dari informasi yang dihimpun awak media, sejumlah kapal milik perusahaan itu berbobot di atas 30 GT, yang artinya pengurusan segala ijin harus melalui Kementrian Kelautan RI di Jakarta.

Belakangan muncul dugaan kuat main mata antara pihak perusahaan dengan petugas pengukur bobot kapal untuk mendapat ijin dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat.

“Sekali lagi sangat tidak benar. Ijin operasional kapal kami sesuai aturan. Kami tidak main mata dengan dinas terkait,” tegasnya lagi.

Ia mengaku tidak terlalu menghafal mana kapal berbobot 30 GT dan kapal dengan bobot di bawah 30 GT. Tetapi soal nama kapal tang dimiliki perusahaan, tentu diingat.

“Intinya kapal kami memiliki dokumen perijinan sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh pemerintah, baik pusat dan daerah. Sangat tidak benar jika kami palsukan dokumen kapal,” paparnya lagi.

Disisi lain, Ari juga menjelaskan ratusan tenaga kerja yang dirumahkan dan tidak menerima pesangon. Diakui terdapat dua kelompok, yakni pekerja kontrak dan pekerja tetap.

Pekerja kontrak, lanjutnya bersifat tentatif sesuai surat perjanjian dengan pihak perusahan dan tidak menerima pesangon dengan sistem bagi hasil.

“Ratusan pekerja kontrak ini akan kembali bekerja Oktober mendatang, dengan sistem bagi hasil seperti sebelumnya,” singkatnya. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan