Dua Jempol Untuk Teluk Bintuni, Gustu Aktif Lacak Covid Meski Pasien Sembuh



Foto : RSUD Teluk Bintuni. Dukungan fasilitas kesehatan dilengkapi dua PCR, berhasil sembuhkan semua pasien Covid-19.

BINTUNI, Nokennews.com – Tim Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 kabupaten Teluk Bintuni, patut mendapat apresiasi. Meski angka pasien positif Covid cukup tinggi, namun kini tak ada lagi. Semua sudah pulang ke rumah usai dinyatakan sembuh 100 persen.

Kehadiran mesin PCR pemeriksa sampel Swab, menjadi salah satu keuntungan kerja tim medis untuk mempercepat penanganan kasus. Tak hanya itu, keaktifan tim Gugus Tugas menjadi kunci utama keberhasilan.

Direktur RSUD Teluk Bintuni, dr. Eka Widrian Suradji, MD, Phd mengatakan dua pasien terakhir dari 50 kasus positif sudah dinyatakan sembuh. Meski demikian, tim kesehatan tetap menyiapkan langkah-langkah pencegahan.

“Tim tetap aktif melacak orang-orang melakukan kontak terakhir dengan OTG. Melacak kasus diutamakan untuk memutus mata rantai Covid-19,” sebutnya.

Selain menyiapkan lokasi karantina di Kampung Masina, masyarakat juga diharapkan berperan aktif dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Warga yang kembali dari luar daerah diperiksa dan dikarantina selama 14 hari. Mereka menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, diberi vitamin sekaligus menjalani pemeriksaan gejala penyakit yang lain.

“Selesai masa karantina 14 hari mereka boleh beraktivitas seperti biasa. Tim benar memastikan agar virus tidak menyebar,” ungkapnya.

Kerja tim Gugus Tugas didukung fasilitas kesehatan, baik Puskesmas maupun rumah sakit rujukan seperti RSUD, dilengkapi SDM dan PCR. Selain itu, obat-obatan dan ruangan isolasi juga sudah siap.

Memiliki dua alat PCR – Polymerase Chain Reaction (PCR) jenis Real Time, dalam sehari bisa dilakukan pemeriksaan 90-120 sampel Swab.

Tim Gugus Tugas Teluk Bintuni, tetap melacak kontak tracing baik transmisi lokal maupun yang datang dari luar. Dengan demikian, upaya pencegahan penularan Covid-19 tetap maksimal sesuai harapan.

New Normal

Hasil kerja tim Gustu Covid-19 meyakinkan Pemkab Teluk Bintuni untuk menyiapkan langkah menuju New Normal atau tatanan kehidupan yang baru.

Persiapan menuju New Normal pun harus mengikuti 6 kriteria dari WHO dan 15 indikator dari Gugus Tugas. Dan kini sedang dalam proses menyiapkan serta pengamatan pengembangan kasus Covid-19.

Sesuai arahan Gugus Tugas Nasional, kebijakan New Normal berlaku jika sebuah daerah tanpa kasus positif dalam kurun waktu empat minggu.

“Kita baru melewati 15 hari, harus satu bulan tanpa kasus positif. Masuk New Normal tetapi dengan protokol kesehatan yang ketat,” beber dokter Eka.

Meski demikian, Teluk Bintuni merupakan salah satu wilayah di Papua Barat, yang rendah terhadap resiko penularan Covid-19.

Jubir Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap optimis jika Kabupaten Teluk Bintuni, mampu mempertahankan kondisi yang ada saat ini. Apalagi peralatan dan fasilitas kesehatan serta kerja tim Gugus Tugas, diyakini sangat mendukung.

“Kalau Bintuni bisa mempertahankan itu dalam beberapa minggu ke depan, saya kira bisa,” paparnya.

Nada yang sama datang dari Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan. Dikatakan keberhasilan Teluk Bintuni menjadi acuan bagi kabupaten/kota lain di Papua Barat.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing, S.IK, MS.i menyebut kabupaten/kota lain di Papua Barat, harus mau belajar dari Bintuni, soal penanganan Covid-19.

“Meski banyak kasus positif, tetapi semua dinyatakan sembuh. Ini keberhasilan yang patut dicontoh,” singkatnya di Manokwari, Sabtu (27/6/2020). (N1/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan