Filosofi 7 Suku dan UU Otsus, Sekda Bintuni Layak Dijabat OAP



Ahmad Subuh Refideso, Ketua MUI Teluk Bintuni (kiri) – Ilham Refideso, pemuda masyarakat adat 7 Suku Teluk Bintuni. (Istimewa)

BINTUNI, NokenNews.com – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) kabupaten Teluk Bintuni, Ahmad Subuh Refideso menilai proses seleksi Sekretaris Daerah harus mempertimbangkan aspek kearifan lokal.

“Jika asa ASN orang asli Papua yang memenuhi syarat dan kepangkatan, artinya perlu mendapat perhatian dan dukungan dari semua kalangan termasuk kepala daerah,” ujarnya, Selasa (8/1/2021).

Menurutnya, keinginan agar jabatan Sekda dipundak orang asli Papua, sesuai dengan filosofi Masyarakat Adat Tujuh Suku, yakni Agama Keluarga sebagai warisan leluhur yang harus dijaga.

Dengan demikian ia berpendapat tidak ada salahnya jika filosofi Agam Keluarga sebagai bagian dari kearifan lokal dan bisa berperan.

“Tiga pilar pembangunan, pemerintah, agama dan adat jadi dasar pembangunan di Bintuni. Meski tidak diatur dalam sistem pemerintahan, kebijakan afirmasi memungkinkan hal itu,” paparnya.

Ia menyatakan prosedur kepangkatan, golongan dan syarat kelayakan yang dijalankan Panitia Seleksi patut dihormati dalam rangka mencari figur terbaik orang nomor tiga di Pemda Teluk Bintuni.

Senada, mewakili pemuda masyarakat adat Tujuh Suku, Ilham Refideso menilai jabatan sekda haruslah ASN yang pernah berkarir di Bintuni.

“Jika ada ASN OAP yang karir dan pangkatnya memenuhi syarat, kenapa harus mengambil orang dari luar Bintuni?,” kata Ilham.

Keinginan sekda dijabat OAP, lanjutnya sesuai dengan makna daripada roh UU Otsus 21 tahun 2001 sebagai bagian pemberdayaan masyarakat asli Papua pada birokrasi.

“Saya kira di bagian ini, ruang bagi kami untuk berkarya di negeri sendiri (Tanah Papua), bukan sengaja karena diskriminasi,” singkatnya. (rls/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan