Gubernur Papua Barat Minta Bea dan Cukai Perketat Pengawasan Barang Ilegal



Foto : Rapat Koordinasi Dirjen Bea dan Cukai khusus wilayah Papua-Papua Barat, Kamis (30/1/2020) di Manokwari.

MANOKWARI, Nokennews.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan meminta Bea dan Cukai memperketat pengawasan barang ilegal yang masuk wilayah Papua Barat.

Meski bukan hal yang mudah, tugas Bea dan Cukai sebagai instansi teknis diyakini dapat melakukan pengawasan lalu lintas barang sesuai kewenangan.

“Tugas berat menanti Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Salah satunya, memastikan tak ada barang impor ilegal yang masuk Papua Barat,” terangnya saat Rapat Kerja Dirjen Bea dan Cukai (DJBC) Wilayah Papua, Kamis (30/1/2020) di Manokwari.

Sebagai salah satu unit kerja di bawah kementrian keuangan, Dirjen Bea dan Cukai menjalankan peran sangat strategis, dalam mengumpulkan penerimaan Negara dan melayani masyarakat.s Diantaranya sumbangsih penerimaan Negara Tahun 2019 sebesar 29%, dari total penerimaan Perpajakan Nasional, dengan total Rp.213, 37 triliun.

“Capaian ini tumbuh 7,82 triliun rupiah dibanding tahun 2018. Hasil ini 102,2% dan melampaui target dalam tiga tahun terakhir,” paparnya.

Gubernur menyebut fungsi layanan dan fasilitas diperluas sehingga menjadi lebih cepat, murah dan tanpa pungutan biaya. Ini dibuktikan dengan meningkatnya layanan dokumen kepabeanan rata-rata 0,58/hari tahun 2018, menjadi rata-rata 0,33/hari tahun 2019.

“Raker ini diproyeksi menghasilkan perencanaan strategis tingkat kewilayahan khusus Papua, dengan menyiapkan kantor Bea dan Cukai untuk mencapai target kinerja dan mitigasi menghadapi dampak pencapaian sasaran kinerja,” ujar gubernur.

Rakor ini juga diharapkan memberikan hasil produktif untuk seluruh kantor Bea dan Cukai, sebagai persiapan menghadapi agenda program tahun 2020. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan