Ini Alasannya, Tak Semua Nakes di Pabar Bisa Divaksin



Rapat Teknis rencana Vakainasi serentak di Papua Barat, Kamis (7/1/2021) di Manokwari. (Foto : Thiaz/NokenNews)

MANOKWARI, NokenNews.com – Jatah 7.160 dosis Vaksin Sinovak untuk Papua Barat, saat ini masih disimpan di gudang Farmasi Dinas Kesehatan Papua Barat, di Arfai Manokwari. Sayangnya belum semua tenaga kesehatan (Nakes) bisa divaksin karena jumlahnya yang cukup terbatas.

Bagaimana tidak, jumlah tenaga kesehatan yang terdaftar untuk mendapat vaksin COVID-19 mencapai lebih dari 9.000 orang. Dengan demikian, melebihi jumlah dosis vaksin untuk tahap pertama.

“Seluruh tenga kesehatan di Papua Barat, belum bisa mendapat vaksin,” jelas Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Kamis (7/1/2021) saat rapat teknis persiapan vaksinasi di Manokwari.

Sesuai rencana, vaksinasi serentak di 34 provinsi Indonesia, digelar 14 Januari 2020. Sedangkan vaksinasi untuk 13 kabupaten/kota di Papua Barat, dilaksanakan 15 Januari 2020.

“Tenaga kesehatan memang diprioritaskan, tetapi tidak semua karena jumlah vaksin yang cukup terbatas. Saya ulangi lagi, belum semua tenaga kesehatan bisa divaksin,” beber gubernur.

Pencanangan vaksin akan dilakukan juga di rumah sakit dan puskesmas. Sesuai instruksi Presiden Jokowi sebelumnya, seluruh kepala daerah diminta menjadi contoh penerima vaksin COVID-19.

Namun gubernur yang juga Kepala Suku Besar Arfak di Manokwari ini, kemungkinan tidak divaksin. Bukannya menolak, tetapi faktor usia yang menghambat. Pasalnya, penerima vaksin dianjurkan berusia di bawah 60 tahun.

Selain kepala daerah, jajaran Forkopimda diantaranya Pangdam, Kapolda, Kabinda, para kapolres, dandim serta sejumlah tokoh agama, adat dan masyarakat, ikut divaksin saat pencanangan.

“Selain kepala daerah, mereka diharapkan menjadi contoh kepada masyarakat. Kalau saya karena usia jadi menunggu vaksin tahap berikut,” singkat gubernur. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan