Ini Riwayat Perjalanan 3 Pasien Positif Covid-19 Papua Barat



Foto : Juru Bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap. Satgas merilis detail riwayat perjalanan 3 pasien positif Covid-19 Papua Barat. (pzk/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Dua hari sejak merilis tiga tambahan pasien positif Covid-19, Tim Satgas Covid-19 Papua Barat kembali merincikan detail tentang riwayat perjalanan hingga keluarnya hasil tes laboratorium.

Juru bicara Satgas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap mengatakan rincian ini dikeluarkan sebagai jawaban atas kesimpangsiuran informasi yang beredar luas terkait tambahan 3 warga positif Covid-19 di Papua Barat.

Ketiga warga tersebut masing-masing berinisial A (30 tahun) dan A (30 Tahun) asal kabupaten Manokwari dan CA (37 tahun) asal kabupaten Teluk Bintuni.

Mereka diketahui mengikuti Itjima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan, 18-19 Maret. Ketiganya tiba di Manokwari, dengan kapal laut tanggal 26 Maret. Setelah itu menginap di Masjid Rahmatan Lil’alamin, Anday, sebagai tempat karantina dan tempat transit untuk kembali ke kabupaten masing-masing.

Masa karantina bagi kontingen Itjima Ulama di Anday ini berlangsung selama 14 hari, sejak 26 Maret hingga 9 April. Namun CA duluan bertolak ke Bintuni melalui jalur darat tanggal 28 Maret.

Selama masa karantina, mereka rutin dipantau tim Satgas Covid secara berkala, termasuk mendapat edukasi pencegahan seperti menjaga jarak dan memakai masker.

“Tanggal 7 April dilakukan Rapid Tes untuk 16 warga ber-KTP Manokwari. Hasilnya, dua positif dan langsung diambil swab (apusan) lendir tenggorokan untuk pemeriksaan lanjutan,” tulis Jubir melalui rilisnya, Sabtu (18/4/2020).

Pengiriman 25 sampel swab ini termasuk sampel ketiganya, dilakukan tanggal 11 April ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Makassar. Lima hari kemudian, tepatnya tanggal 16 April, ketiganya dinyatakan positif Covid-19.

“Sejak kemarin, dua warga Manokwari yang positif ini dirawat di RS Provinsi (kompleks Bumi Marina). Mereka diisolasi dalam masa perawatan selama 14 hari,” terang jubir.

Menurutnya, kondisi keduanya masih stabil sehingga prognosis kesembuhannya sangat tinggi, artinya mereka dapat segera sembuh. Setelah 14 hari, keduanya akan kembali diambil sampel swab sebanyak dua kali dalam selang beberapa hari.

“Jika hasil dua kali uji sampel swab itu negatif, dinyatakan sembuh dan bisa kembali ke keluarga,” sebut dr.Arnold sembari menambahkan kesembuhan keduanya akan memutus rantai virus.

Satgas Covid-19 Papua Barat, mengimbau siapa pun yang pernah melakukan kontak dengan ketiga warga di atas, termasuk di kabupaten Teluk Bintuni, agar melaporkan diri segera dan diperiksa.

Masyarakat Papua Barat, juga diminta tidak harus menolak perawatan pasien positif Covid-19 di rumah sakit. Dan, masyarakat juga diminta berpikir jernih, mencermati informasi dengan hati dan tak mudah terprovokasi.

“Mari bijak berbagi informasi dan teruskan pesan positif untuk membangkitkan semangat kebersamaan dan kekuatan dalam menghadapi wabah ini,” singkatnya. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan