ITMP Kaji Pengembangan 22 Spot Pariwisata Raja Ampat



Koordinasi antara tim ITMP bersama Dinas Pariwisata Raja Ampat, sebelum turun ke spot wisata. (ars/nn)

WAISAI, NokenNews.com – Tim Integrated Tourism Master Plan (ITMP) mengkaji pengembangan 22 spot pariwisata. Kajian disertai riset ini digelar selama lima hari, sejak 7-12 November 2020.

ITMP merupakan tindak lanjut Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2016, tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional sekaligus rencana program infrastructure for Tourism.

Co-team leader ITMP, Zulfikar Albar mengungkap kajian pariwisata mengacu terhadap RPJMN 2020-2024, karena Raja Ampat sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Dimana 5 dari 10 KSPN masuk super prioritas termasuk Raja Ampat.

“Makna integrated atau terpadu ini, adalah lintas sektor dengan melibatkan semua pihak serta berkoordinasi dalam rencana induk ini,” terang Zulfikar.

Terdapat 4 faktor pengembangan pariwisata nasional, pertama kebijakan harus tepat, apakah pariwisata tersebut akan dibuat ekslusif atau mass tourism. Kedua, aspirasi baik pemerintah daerah dan masyarakat sebagai pengelola harus menjadi perhatian. Ketiga, daya tahan lingkungan dan terakhir karakteristik wilayah dan pengunjung.

Selain 4 faktor itu, pariwisata Raja Ampat harus berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat lokal melalui peningkatan ekonomi. Membangun entrepreneur SDM lokal, dengan meningkatkan kapasitas komunitas masyarakat lokal (community development) harus dikuatkan. Tujuannya meningkatkan taraf hidup masyarakat secara mandiri.

“Semua dipadukan dan tetapkan satu atau lebih KTA atau Key Tourism Area, dalam hal ini adalah wilayah khusus untuk melayani pariwisata di Raja Ampat,” bebernya lagi.

ITMP bertujuan menyusun data base yang mencakup seluruh hal terkait potensi pariwisata Raja Ampat, termasuk segmen pasar atau kecenderungan minat wisatawan.

Wisatawan yang ingin ke Raja Ampat diharuskan siapkan anggaran, memiliki keterampilan khusus, menyukai tantangan dan memiliki minat khusus atau untuk kepentingan penelitian atau riset.

“Pengunjung pun harus sadar karena secara umum, Raja Ampat belum memiliki prasarana khusus penangangan terhadap kecelakaan,” singkat Zulfikar. (ars/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan