Jaga Hutan Raja Ampat, Tim Smart Patrol Tambah Anggota



Foto : Pelatihan KTH Warkesi, Kelurahan Saonek, Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat. (red/nn)

WAISAI, Nokennews.com – Kabupaten Raja Ampat, tak hanya kaya akan alam laut, tetapi juga memiliki hutan yang tak kalah kaya dengan isinya.

Berbagai upaya menjaga keseimbangan kekayaan alam hutan dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Papua Barat (BBKSDA PB) dan Fauna Flora International Indonesia Programme (FFI-IP) Raja Ampat.

Mereka membentuk Kelompok Tani Hutan (KTH) dengan Tim Smart Patrol yang melibatkan masyarakat lokal setempat sebagai ujung tombak penghalang aktivitas ilegal. Salah satunya KTH Warkesi, Kelurahan Saonek, Distrik Waigeo Barat, Kabupaten Raja Ampat.

KTH Warkesi memiliki area penting wisata alam darat pengamatan satwa endemik Raja Ampat, seperti Cenderawasih Botak (Cicinnurus respublica), Cenderawasih Merah (Paradisasea rubra) dan Kuskus Waigeo (Spilocuscus papuaensis).

“Tahun ini kami rekrut anggota Smart Patrol, untuk memaksimalkan pengawasan sumber daya hutan, salah satunya di KTH Dusun Warkesi,” ujar pendamping program Refreshments Training, Yanuar Ishaq, Kamis (18/6/2020).

Menurut dia, rekrutan tambahan anggota KTH ini tak lain karena jumlah penduduk di dusun Warkesi meningkat. Sekira 22 peserta dilibatkan dalam pelatihan dan nantinya disiapkan untuk menjadi anggota tim Smart Patrol.

“Minggu ini adalah tahap satu dari pelatihan. Kami rencanakan akan dibagi dalam tiga tahap pelatihan yang simultan, teori lalu dilanjutkan dengan praktek,” jelas Yanuar.

Ia berharap setiap anggota tim Smart Patrol nantinya mampu menjaga keseimbangan alam hutan yang memiliki satwa endemik dan menjadi salah satu objek wisata unggulan Raja Ampat. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan