Kadis Kesehatan Pegaf Meninggal, Keluarga Protes Hasil Swab Covid-19



Foto : Tim Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, bersama masyarakat di RSAL dr. Azhar Zahir Manokwari. Pihak keluarga memprotes hasil Swab alm.Timotius Nuham, Kadis Kesehatan Pegaf.

MANOKWARI, Nokennews.com – Pihak keluarga Timotius Nuham, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, yang meninggal dunia di RSAL dr. Azhar Zahir Manokwari, memprotes hasil pemeriksaan sampel Swab positif Covid-19.

Mereka heran karena proses pemeriksaan Swab baru dilakukan satu jam sebelum yang bersangkutan meninggal. Padahal, ia dirawat sejak Senin (30/6/2020).

“Bapa dilarikan ke rumah sakit hari Senin lalu karena sakit. Memang dua hari terakhir mengeluh sesak nafas namun tidak ada langkah-langkah pemeriksaan oleh pihak rumah sakit,” terang Susan Inden, istri almarhum di RSAL, Kamis (3/7/2020).

Ia mengaku pemeriksaan Swab terhadap suaminya dilakukan pukul 10.00 WIT. Satu jam kemudian, suaminya divonis meninggal dunia.

“Lendirnya baru diambil petugas, mereka sampaikan hasilnya nanti dua hari. Heran, lewat beberapa jam hasilnya keluar, sebenarnya ada apa?,” tanyanya lagi.

Tidak terima hasil itu, ia meminta perhatian Pemkab Pegaf untuk meluruskan hasil pemeriksaan tersebut.

Di sisi lain, Susan berharap suaminya dimakamkan secara umum seperti biasa, tidak melalui protokol kesehatan pemakaman jenazah Covid-19.

Informasi ini sempat membuat para keluarga dan kerabat berkumpul di halaman RSAL dr. Azhar Zahir. Mereka pun memprotes almarhum meninggal akibat Covid-19.

Jujur Bicara Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap mengaku diminta melakukan pemeriksaan Laboratorium terhadap beberapa sampel Swab yang diambil oleh pihak rumah Sakit Angkatan Laut.

“Saya diminta Kepala Dinas Kesehatan Papua Barat, untuk periksa sampel dari RSAL, termasuk pemeriksaan sampel rekan sejawat kita, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Arfak,” bebernya.

Ia mengaku pemeriksaan itu prioritas karena sebelum meninggal yang bersangkutan memiliki keluhan sesak nafas.

Selain itu pihak rumah sakit juga mengkonfirmasi hasil Rontgen (foto dada) dengan kesimpulan sementara terpapar Covid-19.

“Makanya kita langsung prioritaskan periksa Swab dari RSAL. Biasanya kalau sampel banyak akan diumumkan dua hari, tapi kalau prioritas, bisa selesai periksa langsung diumumkan,” jelasnya.

Diterangkan lebih jauh, pengumuman hasil pemeriksaan Swab diantarnya langsung ke rumah sakit pukul 13.00 WIT. Hasil itu diberikan kepada keluarga dan juga mengirim satu salinan untuk Bupati Pegaf.

Arnold berharap hasil ini diterima pihak keluarga, karena semua pihak tentu tidak menginginkan hal tersebut. Saat ini, yang harus dilalukan adalah pencegahan agar tidak tertular Covid-19.

“Pemakaman tetap dilalukan sesuai protokol kesehatan,” singkatnya. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan