Kapal Asing Kandas Lagi, MRP Kritik Keras Pemkab Raja Ampat



Foto : Yulianus Thebu, Anggota Pokja Adat MRP Papua Barat.

MANOKWARI, Nokennews.com – Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat, mengkritik keras Pemkab Raja Ampat terkait kandasnya sebuah kapal asing di perairan Kepulauan Wayag, Rabu 18 Desember 2019.

Pengawasan serta pengelolaan wisata Bahari di perairan Raja Ampat, menjadi poin penting pertanyaan Anggota MRP Papua Barat Pokja Adat utusan Raja Ampat, Yulianus Thebu.

Menurutnya pariwisata sebagai salah satu income terbesar Pemkab Raja Ampat, seharusnya menjadi perhatian yang sangat penting.

“Kami menduga ada unsur pembiaran oleh pemerintah kabupaten karena ini kali ketiga kapal asing kandas di perairan Raja Ampat,” bebernya Senin (23/12/2019) via seluler.

Ia menilai pengelolaan, perlindungan dan pengawasan serta pemberdayaan masyarakat lokal terhadap Spot Wisata masih minim.

Pernyataan ini diakui mewakili suara masyarakat adat setempat yang khawatir dampak kerusakan terumbu karang akibat insiden tersebut.

Sesuai catatan, tiga kali sudah kapal asing yang kandas di perairan Raja Ampat. Pertama karamnya kapal wisata di Selat Dampir Distrik Waigeo Selatan, kedua di Kepulauan Ayau dan terakhir kapal pesiar di Kepulauan Wayag.

“Kami, masyarakat Adat akan menggugat perusahan dan Pemkab Raja Ampat atas ijin akses di atas laut dangkal yang merupakan wilayah Konservasi Wisata,” beber Yulianus.

Pemkab Raja Ampat didesak bertanggung jawab terhadap dampak kerusakan terumbu karang, karena terkesan membiarkan kapal melintas di laut dangkal.

“Kepala Dinas Pariwisata segera dicopot, sudah tiga kali kapal wisata keram di atas laut dangkal. Harus ada kompensasi bagi masyarakat adat,” tegasnya.

Ia menilai batasan berlabuh kapal wisata harus diperjelas agar terhindar dari hal-hal seperti ini. Terutama memberdayakan perahu masyarakat lokal untuk memobilisasi wisatawan.

Yulianus berharap tiga kejadian kandasnya kapal asing menjadi pembelajaran agar tak terulang lagi di kemudian hari.

Pasalnya, dampak kerugian rusaknya terumbu karang bisa mengurangi keindahan wisata. Apalagi peremajaan terumbu karang memakan waktu yang sangat lama. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan