Kisah Elang Bondol, Maskot Jakarta yang Selamat di Raja Ampat



Penyerahan Elang Bondol oleh Siti Aisyah kepada  Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Papua Barat, Jumat (1/1/2021). (ars/nn)

WAISAI, NokenNews.com – Seekor burung Elang Bondol, satwa yang mulai langka di Indonesia ini, diselamatkan seorang pemilik vila di Kabupaten Raja Ampat. Elang Bondol atau yang juga dikenal dengan nama Haliastur Indus, saat ini dalam masa penangkaran di Kelompok Tani Hutan (KTH) Warkesi.

Kisah Elang Bondol berawal Kamis (24/12/2020) lalu. Saat itu pemilik home stay Mama Tua Saleo Villa, Siti Aisyah menemukan seekor burung dalam sebuah parit, dekat villanya. Saat didekati ternyata burung tersebut berjenis Elang Bondol.

Setelah tiga hari berlalu saat pertama kali terlihat, ternyata burung tersebut belum beranjak dari tempatnya. Saat didekati, ternyata burung tersebut mengalami luka di bagian sayap.

“Saya kemudian mengambil dan memberi makan beberapa potongan ikan,” ujar siti.

Karena dalam kondisi cidera, Elang Bondol tersebut untuk sementara dirawat selama tiga hari, sambil mencari-cari referensi untuk bisa menyelamatkannya. Melalui akun medsos, Siti mencoba mencari pihak yang bisa menyelamatkan burung itu.

Upayanya berhasil saat endemik langka itu diserahkan kepada Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I BKSDA Papua Barat, Jumat (1/1/2021) disaksikan KTH Warkesi dan Fauna Flora International – Indonesia Program (FFI-IP) Raja Ampat

“Alhamdulillah bisa diselamatkan hari ini, saya berharap Elang ini nantinya dilepas kembali ke alam,” beber Siti.

Pelaksana Lanjutan Polisi Hutan, SKW I BBKSDA Papua Barat, M. Imron mengungkap penyelamatan ini melengkapi sepasang burung Mambruk sebelumnya.

“Elang Bondol masih dalam kondisi tidak sehat dan sedang dalam masa penangkaran. Jika pulih, segera kita lepas kembali ke alam,” terangnya.

Ia mengaku rehabilitasi ini merupakan yang ke dua kalinya, dengan dukungan dan koordinasi bersama KTH Warkesi.

Elang Bondol sendiri merupakan hewan karnivora dengan harga jual yang cukup tinggi di pasaran. Hewan yang juga dikenal dengan nama Salak Condet ini, juga sebagai maskot dari provinsi DKI Jakarta, yang kini sudah mulai jarang populasinya. (ars/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan