Laju COVID-19 Pabar, 81 Positif Hanya 3 Hari, dr. Arnold : Ini Ancaman Nyata



Foto : Juru Bicara Satgas COVID-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap. (pzk/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Kasus COVID-19 di Papua Barat, terus meningkat dari hari ke hari. Bahkan, hanya dalam kurun waktu 3 hari, jumlah kasus positif mencapai 81 orang.

Jumlah ini berdasarkan data tim Satuan Tugas penanganan COVID-19 Papua Barat, sejak Sabtu (29/8/2020) dengan 20 kasus, 6 kasus di hari Minggu (30/8/2020) dan terakhir Senin (31/8/2020) dengan 55 kasus positif.

Rinciannya, 20 kasus positif Sabtu akhir pekan 11 diantaranya berasal dari Teluk Bintuni, 5 dari Fakfak, 3 dari Kabupaten Sorong dan 1 kasus dari Manokwari.

Sempat menurun dengan hanya 6 kasus hari Minggu, 4 kasus dari Manokwari dan 2 kasus positif dari Sorong Selatan. Namun kembali melonjak saat hari terakhir di bulan Agustus.

Tidak tanggung-tanggung, 55 kasus tercatat 32 diantaranya berasal dari Kota Sorong, 12 dari Teluk Bintuni, 10 dari Manokwari dan 1 kasus positif dari Teluk Wondama.

Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap, mengungkap tambahan laju kasus positif, kembali mengingatkan kesadaran masing-masing pribadi.

Foto : Data Satgas COVID-19 Papua Barat. Tambahan 55 kasus positif, Senin (31/8/2020).

“Lebih baik kurangi kegiatan ke luar kota, jika memang tidak urgen. Mari saling mengingatkan. Semua tetap berhati-hati dan waspada,” ujarnya melalui pesan elektronik.

Menurutnya ancaman virus Corona benar-benar nyata dan masih berlangsung hingga saat ini sejak kasusnya meledak di Indonesia hingga masuk Papua Barat, Maret 2020.

“Sama sekali belum selesai dan jangan anggap remeh. Apalagi lengah dan mengabaikan protokol kesehatan,” pesannya.

“Virus ini tidak berperasaan, tidak mau tahu apalagi jenuh dan bosan, virus tidak mengenal itu. Siapa lengah, dia kena,” paparnya lagi.

Dokter arnold kembali mengingatkan warga untuk tetap menjaga imun tubuh dan kesehatan secara menyeluruh. Mencuci tangan serta yang tak kalah penting adalah menggunakan masker.

Ia khawatir jika masyarakat masih mengabaikan protokol kesehatan, trend peningkatan kasus positif COVID-19 di Papua Barat, bisa meningkat dari jumlah saat ini. Apalagi, beberapa waktu ke depan akan digelar pendaftaran Bacalon bupati-wakil bupati Pilkada 2020. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan