Lima Kota di Papua Barat Ini Masuk Zona Beresiko COVID-19



Infografis COVID-19 provinsi Papua Barat, hingga Sabtu (19/9/2020). (Sumber : Satgas COVID-19 Papua Barat)

MANOKWARI, Nokennews.com – Tingkat penyebaran virus Corona (COVID-19) di Papua Barat, masuk fase mengkhawatirkan. Hingga Sabtu (19/9/2020), tercatat 555 orang masih dirawat, dengan tambahan 48 kasus positif terbaru.

Peta penyebaran Corona menunjukan peningkatan signifikan di Kota Sorong (610) kasus, Teluk Bintuni (310) kasus dan Manokwari (212) kasus. Daerah dengan zona beresiko tinggi penyebaran COVID-19 di Papua Barat, diantaranya Kota Sorong, Teluk Bintuni, Manokwari, Raja Ampat dan Sorong Selatan.

Kabupaten Sorong, masuk zona beresiko sedang. Kabupaten Teluk Wondama, Fakfak, Manokwari Selatan, Maybrat dan Kaimana Masuk zona beresiko rendah. Sedangkan Pegunungan Arfak dan Tambrauw, masuk zona tidak terdampak COVID-19.

Ketua Pelaksana Harian Satgas COVID-19 Papua Barat, Derek Ampnir mengatakan statistik di atas patut diwaspadai semua daerah. Artinya, daerah yang masuk zona tidak terdampak atau beresiko rendah tak boleh lengah.

Derek Ampnir, Ketua Pelaksana Harian Satgas COVID-19 provinsi Papua Barat.

Misalnya, status kabupaten Raja Ampat per 12 September 2020, berubah dari zona tidak berdampak menjadi zona beresiko tinggi. Sebaliknya kabupaten Sorong per 14 September 2020, berubah dari zona beresiko tinggi menjadi zona beresiko sedang.

Kemudian, kabupaten Kaimana dari zona tidak terdampak menjadi zona beresiko rendah, per tanggal 17 September 2020.

Sejak terdeteksi awal di Papua Barat, Satgas mencatat rata-rata penambahan 5,00 kasus per hari di bulan Mei 2020, naik 2,37 kasus per hari bulan Juni, meningkat 6,29 kasus per hari bulan Juli. Kemudian naik lagi 12,03 kasus per hari bulan Agustus 2020 dan 33,05 kasus per hari bulan September 2020.

Catatan penting lain, sejak 3 Mei 2020 hingga Minggu (20/8/2020) hari ini, Papua Barat empat kali mengalami puncak kasus positif harian. Pertama 18 Juli 2020 dengan 33 kasus, kemudian 7 Agustus dengan 44 kasus, meningkat 61 kasus tanggal 27 Agustus dan 67 kasus tanggal 12 September 2020.

“Virus ini masih terus mengintai dan kita semua harus siap. Utamakan kesehatan, jalankan protokolnya,” pesan Ampnir untuk warga Papua Barat.

Dokter Arnoldus Tiniap, Juru Bicara Satgas COVID-19 Papua Barat.

Senada, Juru Bicara Satgas COVID-19 Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap sebelumnya sering mengutarakan pesan yang intinya mengajak warga untuk menaati protokol kesehatan.

Siapa pun tentu tak selalu kebal dari virus ini jika mengabaikan protokol kesehatan. Pesan serupa berulang kali disampaikan dalam sejumlah kegiatan baik oleh Gubernur, Pangdam XVIII/Kasuari dan Kapolda.

Semua pihak, baik tokoh agama dan masyarakat juga diminta ikut berperan dengan mengampanyekan protokol kesehatan. Karena belum tentu hanya dengan mengenakan masker kita selamat dari virus ini. “Tetap jaga kesehatan,” singkatnya. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan