Masih Ada Perusahaan di Raja Ampat Abaikan Aturan Ketenagakerjaan



Foto : Sidak sekaligus edukasi manfaat BP Jamsostek bagi karyawan perusahaan atau badan usaha di Kabupaten Raja Ampat. (pzk/nn)

WAISAI, Nokennews.com – Perusahaan atau setiap Badan Usaha di Kabupaten Raja Ampat, diwajibkan melindungi seluruh karyawannya dengan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Hal ini sesuai dengan upaya untuk mengoptimalkan implementasi peraturan Bupati Raja Ampat Nomor 7 Tahun 2018, tentang Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Kepala Cabang BP Jamsostek Kabupaten Raja Ampat, Ingrid Loury Latukonsina mengatakan pengawasan tetap dilakukan terhadap perusahaan atau badan usaha di daerah tersebut.

“Belum lama ini, kita bersama Disnakertrans dan DPM-PTSP Raja Ampat menggelar sidak. Ini sebagai himbauan dan edukasi atas manfaat BP Jamsostek bagi karyawan perusahaan,” ujarnya.

Tiga hal yang dijadikan patokan sidak adalah Perusahan Wajib Belum Daftar (PWBD), Perusahan Daftar Sebagian Tenaga Kerja (PDSTK) dan Perusahan Daftar Sebagian Upah (PDSUpah).

Menurutnya banyak temuan pelanggaran administrasi yang terkesan sengaja atau ketidakpahaman oknum pelaku usaha di Kabupaten Raja Ampat.

Dicontohkan, perusahaan atau badan usaha tidak mendaftarkan unit usaha dibawahnya atau hanya mendaftarkan dua dari 10 karyawan. Malah ada pula perusahaan yang belum membayar sesuai UMP Papua Barat.

“Jika teguran lisan dan tertulis tetap diabaikan, akan diberikan sangsi tidak mendapatkan pelayanan publik tertentu. Jika tak patuh juga bisa dicabut ijin usahanya,” tegasnya.

Diharapkan seluruh perusahaan atau badan usaha di Raja Ampat, mematuhi prosedur jaminan sosial ketenagakerjaan. Pasalnya pengecekan kembali akan dilakukan dalam waktu dekat. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan