Masih ‘Berperang’ Lawan COVID-19, Penumpang dari Luar Sorong Dibatasi



Foto : Wali Kota Sorong, Lamberthus Jitmau. Akses penumpang dari luar masih dibatasi. (ajm/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Pelabuhan Udara dan laut di Kota Sorong, menjadi pintu masuk di Provinsi Papua Barat. Pandemi COVID-19 yang masih berlangsung saat ini, memaksa pembatasan akses transportasi baik udara dan laut.

Wali Kota Sorong, Lamberthus Jitmau mengaku pembukaan akses transportasi memang sudah dilalukan. Tetapi ada batasan tertentu yang berlaku. Seperti pembatasan layanan penumpang dari Makassar ke Sorong.

“Bandara DEO Sorong, memang sudah dibuka untuk semua jenis maskapai. Hanya saja kita batasi penerbangan dari Jakarta dan Makassar,” bebernya kepada wartawan di sela rapat bersama Gubernur Papua Barat, Senin (3/8/2020) di Manokwari.

Menurutnya, pembatasan itu dilakukan untuk mengantisipasi penularan COVID-19, mengingat saat ini Kota Sorong menjadi daerah dengan kasus positif terbanyak di Papua Barat.

“Kita tetap mengontrol penumpang yang masuk dari luar di bandara DEO. Kita harus ekstra ketat karena jadi pintu masuk barang dan manusia di Papua Barat,’ paparnya.

Pembatasan juga berlaku di pelabuhan laut Kota Sorong, dimana hanya dibolehkan untuk penumpang yang berangkat. Meski demikian, aktivitas di pelabuhan laut tetap berjalan normal sesuai protokol kesehatan.

“Semua aturan itu kita jalankan, termasuk syarat rapid tes,” jelasnya lagi.

Secara berbeda, Lamberth enggan mengungkap hasil seleksi CPNS Kota Sorong, yang menuai penolakan di sejumlah daerah di Papua Barat.

“Saya belum bisa membuka hasil seleksi, masih off the record. Kalau saya buka, baru kemudian hasilnya lain bagaimana. Masih tunggu untuk diumumkan,” singkatnya.

Hingga Senin (3/8/2020) petang, jumlah kasus positif COVID-19 di Papua Barat, sebanyak 460. Diantaranya 212 kasus positif di Kota Sorong, dengan 126 orang diantaranya sembuh. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan