Melawan COVID-19, Papua Barat Pasok 197,8 M, Perkuat Ketahanan Pangan Lokal



Foto : Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan. Pemprov Papua Barat suntik Rp.197,8 M perkuat ketahanan pangan lokal. (els/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Pemprov Papua Barat, mengantisipasi dampak terburuk pandemi Covid-19, terutama untuk ketahanan pangan bagi masyarakat di Papua Barat.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengungkap antisipasi menghadapi Covid+19 dilakukan dengan bantuan Dana Desa maupun anggaran Pemprov Papua Barat, untuk ketahanan pangan kampung dan distrik.

“Ketahanan Pangan dalam arti padat karya. Saya sudah tanda tangan petunjuk sebagai panduan pengunaan dana padat karya untuk digunakan,” jelasnya, Senin (19/4/2020) di Manokwari.

Pemprov Papua Barat, mengalokasikan Rp.197,8 Miliar berasal dari revisi APBD 2020. Tak hanya kesehatan, anggaran ini juga untuk menopang perekonomian warga melalui bantuan sosial selama Covid-19.

“Khusus untuk ekonomi, dianggarkan Rp.48,6 Miliar tahap pertama dan sudah diserahkan untuk bulan April Rp.12,5 Miliar untuk menjawab 82.962 KK di kabupaten/kota,” terang gubernur.

Dijabarkan, setiap kampung mendapat pasokan dana Rp.125 juta, dalam program padat karya ketahanan pangan selama Covid-19. Anggaran ini diperuntukan untuk membuka lahan dan membeli bibit bagi warga di kampung-kampung.

“Data KK ini dari Disdukcapil. Saya sudah tanda tangani panduan untuk penggunaan dana padat karya dalam rangka ketahanan pangan. Ini juga melibatkan masyarakat kampung,” beber gubernur.

Dicontohkan, antisipasi terburuk dampak Covid-19 jika pasokan dari luar Papua Barat terkendala akibat lock down lokal, nantinya bisa ditutupi dengan hasil petani lokal.

“Misalnya tanam jagung, tiga bulan sudah panen. Begitu juga tanam pisang, kasbi, petatas dan sebaginya, bisa dipanen nanti jika Covid-19 masih terjadi,” paparnya.

Usai bertemu dengan para bupati Manokwari Raya, Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan dan Pegunungan Arfak, hal yang sama akan dibahas dengan bupati/wali kota Sorong Raya termasuk Maybrat dan Tambrauw, lewat teleconference (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan