Miris, Sejak Maret Ratusan Nakes Raja Ampat Belum Terima Insentif



Aktivitas pemeriksaan rutin penumpang oleh petugas kesehatan di pelabuhan Waisai Raja Ampat, Papua Barat, belum lama ini. (ars/nn)

WAISAI, NokenNews.com – Ratusan tenaga kesehatan di kabupaten Raja Ampat, baik perawat dan dokter belum menerima insentif penanganan pandemi COVID-19 yang dianggarkan Kementrian Kesehatan RI.

Berdasarkan rilis resmi dari halaman Kemenkes.go.id, pemerintah telah menganggarkan Rp.5,6 triliun untuk insentif tenaga kesehatan di Indonesia, yang menangani masalah COVID-19.

Dari jumlah tersebut, Rp.1,9 triliun dikelola m Kementerian Kesehatan, sementara Rp.3,7 triliun dikelola Kementerian Keuangan.

Hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/MENKES/392/2020 tentang Pemberian Insentif dan Santunan Kematian bagi Tenaga Kesehatan yang Menangani Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Kemudian per Agustus 2020, Pemerintah pun telah membayarkan Rp. 843 milyar insentif Nakes Covid-19.

Kepada NokenNews.com, sejumlah tenaga medis di Raja Ampat, mengaku belum mendapat insentif sejak Maret 2020. Jika ditotalkan, sekira 200-an tenaga medis, artinya dana insentif yang dimaksud sekitar 2,7 milyar.

Informasi lain yang diperoleh menyebutkan dana insentif dinyatakan hangus karena keterlambatan laporan Nakes dari Dinas Kesehatan setempat.

“Padahal per Agustus, laporan kinerja Nakes untuk kota Waisai sudah dimasukkan ke Dinas Kesehatan. Kalau dinyatakan hangus, tentu kami sangat kecewa,” beber salah satu Nakes yang enggan identitasnya dipublikasikan.

Menurutnya, Nakes di kota Waisai melakukan tugas pengawasan dan penanganan Covid-19 nyaris selama 24 jam. Belum lagi para Nakes yang bertugas di kampung-kampung yang harus menyeberangi lautan untuk memasukan laporan di kota.

“Nakes di kota Waisai saja belum dapat Insentif, apalagi mereka yang bertugas di kampung-kampung itu. Kami telah sepakat untuk tidak bertugas hingga Insentif ini dibayarkan,” tegasnya.

Pantauan awak media, para Nakes di pelabuhan Waisai, meninggalkan lokasi itu. Padahal, pelabuhan di kota Waisai ini ditetapkan sebagai salah satu zona wajib pengawasan penyebaran COVID-19 di Raja Ampat. (ars/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan