Muncul SMS Berantai Sebelum RDP Otsus, Maxi : Itu Tidak Benar !



Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas efektivitas pelaksanaan Otonomi Khusus (Otsus) di Tanah Papua, Selasa (6/10/2020) di kantor MRP Papua Barat, Manokwari. (red/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Sempat beredar SMS berantai sebelum Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait Otonomi Khusus (Otsus) di kantor MRP Papua Barat, Selasa (6/9/2020).

Pesan berantai berisi dua poin itu dibantah tegas Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) provinsi Papua Barat, Maxi Ahoren.

“Tidak benar !. Itu sengaja disebarkan orang tidak bertanggung jawab,” tegasnya sebelum masuk tanggapan terkait Otsus dari perwakilan masyarakat adat 13 kabupaten/kota di Papua Barat.

Menurut Maxi, dua poin SMS berantai itu pertama, aparat keamanan mengeluarkan peserta RDP yang bukan berasal dari wilayah adat Bomberay dan Doberay. Dan pesan ini pun seakan berasal dari MRP Papua Barat.

Poin ke dua dalam SMS berantai itu, MRP Papua Barat menyetujui perpanjangan Otsus atau Otsus Jilid II. Pesan ini dinilai sengaja disebar untuk mengacaukan RDP yang digelar di kantor MRP Papua Barat.

“Saya sampaikan, pesan itu bukan dari kami MRP Papua Barat. Jangan mudah terhasut,” terang Maxi.

Sebelumnya, RDP terkait Otsus beragendakan penyampaian atau tanggapan dibuka resmi Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

Pembahasan ini dihadiri perwakilan masyarakat adat Bomberay dan Doberay, yang merupakan wilayah adat di Papua Barat. Hasilnya, seluruh masyarakat adat se-Papua Barat, menolak tegas perpanjangan Otsus di Tanah Papua. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan