Pangdam Tak Tolelir Aktivitas Penambangan Ilegal di Bumi Kasuari



Foto : Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau.

MANOKWARI, Nokennews.com – Panglima Daerah Militer Kodam XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Onesimus Wayangkau, mengaku tidak mentolelir aktivitas penambangan ilegal (ilegal mining) di Papua Barat.

Sikap tegas ini sudah disampaikan beberapa kali kepada bupati dan kepala suku, yang wilayahnya memiliki potensi pertambangan, misalnya emas.

Ia mencontohkan penangkapan tiga warga negara asing yang sedang mendulang emas di Kampung Pubuan, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat.

“Saat dapat laporan waktu itu, saya perintahkan tangkap. Kita serahkan ke Imigrasi dan diproses hukum sampai ke Polda Papua Barat,” bebernya, Selasa (7/1/2020) di Manokwari.

WNA Pelaku ilegal mining, menurutnya tak harus buru-buru di deportase, sebaliknya diproses secara hukum yang berlaku di NKRI.

“Saya sampaikan kepada Kepala Imigrasi Papua Barat, jangan di deportase, tetapi diproses hukum,” terangnya.

Dalam waktu dekat, ia bersama Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Turnagogo Sihombing, berencana meninjau langsung lokasi penambangan tersebut.

Di sisi lain Pangdam menyebut harus ada kejelasan batas wilayah untuk memastikan apakah lokasi tambang masuk Papua Barat atau Papua.

Contohnya seperti lokasi tambang di Nabire yang dekat dengan wilayah Papua Barat.

“Saya sendiri belum mengetahui pasti batas garis wilayah di mana. Ini juga bisa memunculkan tumpang tindih antara Papua dan Papua Barat,” akunya.

Meski demikian seluruh jajaran Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat, diarahkan untuk memantau potensi tambang dari pelaku ilegal mining, termasuk berkoordinasi dengan Polda Papua Barat.

“Tetap kami pantau, tidak boleh ada penambangan ilegal di Papua Barat,” singkatnya mengulang penegasan sebelumnya. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan