Pelanggar Prokes di Kota Sorong, Didenda Hingga 1 Juta Rupiah



Rapat Kerja Bupati/walikota di Manokwari Papua Barat. Membahas penanganan COVID-19 dan pemulihan ekonomi.

MANOKWARI, NokenNews.com – Satuan Tugas COVID-19 Kota Sorong, mengambil langkah tegas dengan menerapkan sanksi berbayar bagi pelanggar protokol kesehatan, baik perseorangan hingga badan usaha.

Juru bicara Satgas COVID-19 Kota Sorong, Ruddy R. Laku mengatakan upaya itu dilakukan, mengingat temuan kasus COVID-19 cukup tinggi bahkan menempati urutan pertama di Papua Barat.

“Kami berupaya menekan laju kasus positif. Sejauh ini tercatat 3.555 pelanggar protokol kesehatan,” ujarnya saat virtual raker Bupati/Walikota se-Papua Barat, Kamis (5/11/2020) di Manokwari.

Menurutnya, sanksi denda dikenakan tidak hanya bagi perorangan tetapi juga badan usaha baik kecil dan berskala besar. Denda Rp.50 ribu untuk perorangan dan Rp.300 ribu untuk usaha kecil. Sedangkan Rp.1 juta untuk badan usaha berskala besar.

Sanksi pelanggar protokol kesehatan bagi perorangan seperti tidak menggunakan masker, sementara sanksi bagi badan atau tempat usaha diantaranya tidak menyiapkan tempat mencuci tangan.

“Dari penerapan sanksi berbayar, saat ini tercatat Rp.53,8 juta dikumpul Pemkot Sorong. Upaya pengendalian COVID-19 tetap dilakukan, apalagi temuan kasus meningkat September hingga Oktober,” papar Ruddy.

Sesuai data Satgas COVID-19 per 4 November 2020, tercatat 2.011 kasus dengan 1.732 diantaranya berhasil sembuh. Tercatat pula 29 orang meninggal dunia.

Ruddy berharap masyarakat di Kota Sorong, semakin sadar dan tetap mewaspadai ancaman COVID-19. Protokol kesehatan yang ketat, diyakini menjadi salah satu upaya pencegahan. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan