Pemotongan Gaji dan Tunjangan Anggota MRPB, Seklis : Itu Hoax



Sekretaris MRPB Papua Barat, Yan Viktor Dimara. (red/nn)

MANOKWARI – Sekretaris MRPB, Yan Viktor Dimara menegaskan tak ada gaji dan tunjangan anggota MRPB yang dipotong. Ini disampaikan menyusul beragam pemberitaan media yang muncul terkait hal itu.

“Jumlah potongan yang disebut dalam beberapa pemberitaan itu bervariasi. Ada yang 14 miliar, naik ke 27 dan terakhir daya baca 17 miliar,” bebernya, Rabu (5/5/2021).

Yan menggambarkan jika gaji 39 anggota MRPB dalam satu tahun anggaran, bahkan tidak mencapai setengah dari jumlah Rp.27 miliar seperti yang diberitakan. Jumlah itu pun tak sampai meski ditambahkan juga dengan tunjangan.

Menurutnya, tuduhan pemotongan itu sangat tidak mendasar dan merupakan informasi hoax. Pasalnya, tidak pernah dilakukan transaksi tunai untuk pembayaran gaji anggota MRPB.

“Sejak 2019, semua gaji anggota ditransfer melalui rekening dan tahun 2020 honorer juga demikian. Tidak ada transaksi tunai pembayaran gaji, apalagi mengatakan uang di atas meja,” papar Yan.

Dijabarkan, mekanisme pembayaran gaji dan tunjangan dilakukan via transfer rekening bank. Dalam gaji, juga terdapat 10 item tunjangan bagi anggota MRPB, diantaranya tunjangan keluarga, kesehatan, prestasi dan lain-lain.

Yan mengaku dua kali dimintai keterangan oleh penyidik Kejaksaan Tinggi Papua Barat dan sekali memberi keterangan ke pihak inspektorat. Ketua dan bendahara MRPB juga sudah memberi keterangan yang sama terkait hal itu.

Setiap anggota MRPB Papua Barat, menerima gaji pokok berkisar Rp.3 jutaan, ditambah tunjangan sehingga total berkisar Rp.26 jutaan. Jika dipotong, Yan yakin semua anggota pasti akan melaporkan hal yang sama.

“Celah dari mana jua kalau potong gaji anggota. Setiap bulan gaji berjalan laporan dan administrasi juga jelas dan diketahui badan keuangan,” singkatnya. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan