Pemuda Arfak Desak Perjelas Kuota CPNS, Kecewa Formasi 2018



Perwakilan pemuda Arfak, mendesak penjelasan kuota CPNS Pegunungan Arfak tahun 2019, 2020 dan 2021. (red/nn)

MANOKWARI, NokenNews.com – Kuota CPNS di kabupaten Pegunungan Arfak Papua Barat, kembali dipertanyakan perwakilan pemuda Arfak. Mereka ingin pemerintah daerah setempat lebih meyakinkan untuk formasi ke depan.

“Kami kecewa formasi CPNS 2018, karena ada beberapa kursi yang seharusnya bisa dimaksimalkan untuk anak-anak Arfak di Pegaf,” beber Amon Y. Ahoren di Manokwari, Selasa (10/11/2020).

Pemuda asli Arfak yang juga mewakili mahasiswa seJawa-Bali dalam tim (pemekaran) 50 ini mencontohkan sekira 12 kursi guru agama, hanya dua diantaranya yang mengakomodir anak asli Arfak.

“Padahal banyak putra-putri Arfak yang benar berkompeten di bidang itu. Kalau kesehatan memang masih sedikit karena tidak banyak anak-anak Arfak yang memiliki STer, salah satu syarat khusus,” bebernya.

Ia menilai lahirnya kabupaten Pegunungan Arfak, salah satunya untuk mengakomodir kebutuhan pekerjaan bagi putra-putri Arfak. Soal kursi CPNS, ia meminta ada kuota pembagian khusus.

“Pisahkan kuota khusus untuk putra-putri Arfak dengan anak-anak asli Papua yang lain. Kami juga minta digelar pertemuan terbuka bersama pemerintah daerah,” tegasnya.

“Kalau memang urusannya dengan pemerintah pusat, usahakan ada perwakilan pemuda dari 10 distrik. Agar, apa yang disampaikan didengar langsung,” papar Amon lagi.

Dengan demikian, ia mewakili kaum muda Arfak, menjamin Pilkada 9 Desember 2020 berlangsung aman dan tak ada suara untuk kotak kosong.

Dikatakan rekannya yang lain, rencana rekrutan 900 lebih CPNS untuk kabupaten Pegunungan Arfak, untuk formasi 2019, 2020 dan 2021. Untuk itu mereka berharap ada penjelasan lanjutan ke depan. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan