Program Ekonomi Hijau Sasar 4 Komoditi Unggulan di Papua Barat



Ekspor rumput laut, salah satu komoditi unggulan Papua Barat, Selasa (27/10/2020) menuju Surabaya.

MANOKWARI, NokenNews.com – Ekspor 20 ton rumput laut kering asal kabupaten Teluk Wondama ke Surabaya, Selasa (27/10/2020), merupakan bagian dari pengembangan program Pertumbuhan Ekonomi Hijau Papua-Papua Barat.

Program 5 tahunan ini dimulai tahun 2017 di provinsi Papua, dan saat ini mulai dijalankan di provinsi Papua Barat tahun 2020.

“Di Papua Barat, kita fokus ke empat komoditi, yakni rumput laut di kabupaten Teluk Wondama, Kopi di kabupaten Pegunungan Arfak, Kakao di kabupaten Manokwari Selatan dan pala di kabupaten Fakfak,” jelas Alex Rumaseb, Wakil Ketua tim program pertumbuhan ekonomi hijau Papua-Papua Barat, di Manokwari.

Ia mencontohkan program pengembangan olahan rumput laut yang dilakukan petani asli Papua di Teluk Wondama. Pendampingan dilakukan juga dengan mendatangkan pelatih.

Saat ini terdapat 12 kelompok usaha di Pulau Roon Teluk Wondama, yang didampingi untuk mengembangkan produk olahan rumput laut. Sementara pendampingan yang sama juga dilakukan di Manokwari.

“Di Manokwari, pendampingan untuk mama-mama Papua, yang mengelola rumput laut menjadi produk makanan ringan dan dipasarkan,” terangnya.

Menurut dia, potensi berbagai macam komoditi di provinsi Papua dan Papua Barat, sebenarnya cukup banyak. Hanya saja selama ini belum dimaksimalkan. Petani asli Papua, hanya berpenghasilan kecil karena ada rantai nilai penghasilan yang terputus.

“Lewat program ekonomi hijau, kami coba melakukan pendampingan dengan harapan harga pasar itulah yang akan dinikmati petani asli Papua, tanpa perantara,” bebernya.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, menegaskan OPD teknis dan pemerintah daerah ikut berperan dalam pembinaan petani asli Papua, demi peningkatan produksi, pendapatan serta kesejahteraan.

“Kesejahteraan petani lokal asli Papua, ikut ditentukan melalui andil pemerintah daerah, misalnya Teluk Wondama dengan komoditi rumput laut,” kata gubernur.

Selain hasil produksi komoditi oleh petani, gubernur juga menekankan bagaimana memperbaiki rantai pasokan agar biaya pengiriman lebih murah.

“Dengan demikian biaya produksi lebih murah, harga produk petani meningkat,” singkatnya. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan