Rapid Test Antigen? Ini Penjelasan Dirut RSUD Rujukan Papua Barat



Direktur RSUD Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap. (red/nn)

MANOKWARI, NokenNews.com – Rapid Test Antigen, menjadi salah satu metode baru sebagai syarat perjalanan bepergian selama pandemi COVID-19. Salah satu wilayah yang telah memberlakukan hal itu adalah pemprov DKI Jakarta.

Jika provinsi Papua, juga dikabarkan mulai memberlakukan keharusan syarat Rapid Test Antigen, bagaimana dengan Papua Barat ?.

Direktur RSUD Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap mengatakan Rapid Test Antigen lebih sensitif dari pada Rapid Test anti body yang selama ini digunakan sebagai syarat ke luar-masuk suatu daerah.

“Yang harus dipahami adalah perbedaannya. Reaktif atau positif hasil Rapid Test antigen artinya ada fase infeksius baru yang masuk ke tubuh manusia. Kalau Rapid Test anti body biasanya baru diketahui lima hari atau lebih,” jelasnya Jumat (18/12/2020) di Manokwari.

Menurutnya, Rapid Test Antigen saat ini lebih disarankan karena sifat sensitifnya sangat tinggi. Tes model ini tidak membutuhkan waktu lama untuk mengetahui hasilnya.

“Rapid Test Antigen sama metodenya dengan swab. Lebih efektif digunakan untuk proses screening karena lebih cepat. Memang hasil pemeriksaan lebih ideal dengan PCR, tetapi Rapid Test Antigen lebih tinggi sensitivitasnya,” terangnya.

Tak ada syarat tambahan bagi warga untuk melakukan Rapid Test Antigen karena bisa dilakukan di pusat pelayanan kesehatan, baik rumah sakit dan puskesmas.

“Modelnya sama dengan pengambilan sampel Swab, tetapi hasilnya cepat. Diperiksa beberapa menit, hasilnya cepat,” singkatnya.

Saat ini RSUD Papua Barat, juga siap melayani pelayanan Rapid Test Antigen bagi masyarakat yang ingin bepergian ke luar daerah. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan