Resiko Kematian Hantui Perempuan yang Menikah Sebelum 20 Tahun



Foto : Kasubid Ketahanan Keluarga BKKBN Provinsi Papua Barat, Juliaus .

MANOKWARI, Nokennews.com – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua Barat, mencatat angka kematian ibu dan anak cukup tinggi. Salah satunya akibat pernikahan usia dini.

Kasubid Ketahanan Keluarga BKKBN Provinsi Papua Barat, Juliaus mengatakan perempuan yang menikah sebelum 20 Tahun memiliki resiko meninggal yang cukup tinggi.

“Perempuan yang menikah dibawah umur 20 tahun sangat beresiko mengalami banyak pendarahan saat melahrikan,” jelasnya saat Ssosialisasi bagi Kader, Bidan dan ASN BKKBN Papua Barat pada salah satu hotel di Manokwari, Kamis (12/12/2019).

Berdasarkan hasil riset, alat reproduksi perempuan diatas umur 20 tahun berukuran normal 10 Cm. Sementara alat reproduksi perempuan usia 15-19 Tahun berukuran 8 Cm. Sedangkan ukuran kepala bayi berkisar 7-8 Cm. Ini bisa mengakibatkan pendarahan hingga kematian.

“Kebanyakan kasus ibu meninggal adalah mereka yang dibawa umur 20 Tahun. Disarankan menunda pernikahan dini hingga mencapai usia diatas 20 Tahun. Diatas usia itu diharapkan sudah matang dari sisi pendidikan, ekonomi, sosial dan mental,” terangnya.

Julius berharap kader, bidan dan ASN lingkup BKKBN mampu memberi pemahaman yang baik dan dipahami keluarga dan orang sekitar lingkungan masing-masing.

“Para Bidan, Kader dan BKKBN kabupaten/kota dapat melanjutkan informsi dan sosialisasi resiko pernikahan dini ke daerah mereka,” singkatnya. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan