Sasi dan Aturan Adat Perkuat Perlindungan SDA di Waigeo Raja Ampat



Plt. Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas saat penutupan Sasi di Waigeo Barat. (ars/nn)

WAISAI, NokenNews.com – Masyarakat Kawe Kampung Selpele dan Salio Kepulauan Waigeo Barat Raja Ampat, menggelar acara adat tutup Sasi terhadap biota laut, diantaranya Teripang, Lobster, Lola, Kima dan Penyu.

Seperti diketahui, wilayah adat ini (kepulauan Waigeo) masuk dalam bagian Suaka Alam Perairan (SAP) di kabupaten Raja Ampat.

Ketua DAS Maya Raja Ampat, Kristian Thebu, menjelaskan Perdat (aturan adat) bertujuan menguatkan Sasi sebagai langkah antisipasi terjadinya pelanggaran adat di Pulau Wayag dan sekitarnya.

Selain itu, Peraturan Adat juga menjadi pegangan bagi anggota masyarakat yang rutin menggelar patroli di perairan SAP Kepulauan Waigeo Sebelah Barat.

“Pelaku pelanggaran di Wayag dan sekitarnya akan diproses melalui sidang adat yang diselenggarakan di kampung oleh tiga tungku – adat, agama, dan pemerintah kampung. Hal serupa juga akan dilakukan di perairan Kepulauan Misool bagian utara,” terang Kristian, Kamis (5/11/2020).

Terpisah, Kepala Satker BKKPN Kupang Wilayah Raja Ampat, M. Ramli Firman, menerangkan sumber daya alam hayati laut di Raja Ampat, menjadi obyek utama pemanfaatan masyarakat lokal.

“Baik dalam konteks perikanan maupun pariwisata, yang perlu dikelola secara berkelanjutan agar manfaatnya bisa lestari,” bebernya melalui rilis tertulis.

Ia mengaku upaya pendampingan dan pengawasan tetap dilakukan, dengan mengacu kepada regulasi (Perda Adat) dan juga sesuai aturan Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Sebelumnya, Selasa (3/11/2020), dilakukan penandatanganan berita acara pengukuhan Sasi Adat di Pos Pengawasan Wayag. Sekaligus dilakukan tutup Sasi oleh Plt. Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas. (ars/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan