Sebelum ke Amsterdam, Kakao Ransiki Duluan Mendarat di Perancis



Foto : Ekspor perdana 6 ton biji kakao ke Amsterdam, Belanda, Kamis (9/1/2020) dari pelabuhan Manokwari.

MANOKWARI, Nokennews.com – Kakao Ransiki kembali beroperasi setelah vakum 12 tahun. Tidak tanggung- tanggung, Kakao Ransiki ini langsung diekspor ke daratan eropa.

Pengiriman perdana 6 ton kakao dilakukan, Kamis (9/1/2020) dari Pelabuhan Manokwari menuju Amsterdam, Belanda. Namun sebelumnya singgah di pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Meski perdana, pengiriman kakao ini sebenarnya pernah dilakukan Tahun 2019 ke Perancis. Saat itu pengiriman 16 ton kakao sebatas uji coba tanpa kerja sama.

Kini biji kakao berkualitas premium yang diekspor Koperasi Ebier Suth Cokran ke negeri Kincir Angin Belanda, dilakukan dengan perjanjian bersama pihak investor.

“Saat pengiriman ke Perancis itu belum ada perjanjian kerja sama. Sekarang disebut perdana karena ada kontrak kerja sama satu tahun,” beber Ketua Koperasi Ebier Suth Cokran Ransiki, Yusuf Kawey.

Pengiriman 6 ton kakao merupakan hasil produksi dari lahan 225 hektare dan sekitar 600-800 hektare lahan yang bisa dilakukan peremajaan.

Mewakili pihak investor, Mr. James menargetkan 100 ton biji kakao yang dikirim ke Amsterdam selama setahun.

Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengaku pemprov mendukung peningkatan produksi petani kakao di kabupaten Manokwari Selatan.

“Ada anggaran APBD Papua Barat 2020 untuk 100 hektare dan APBN juga untuk hektare. Dukungan anggaran ini bisa meningkat tergantung produksinya,” singkat Dominggus. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan