Sehari Uji 100 Swab, Stok Reagen PCR RSU Rujukan Hingga September



Foto : Tampak depan RSUD Rujukan Provinsi Papua Barat. Stok reagen PCR cukup hingga bulan September nanti.

MANOKWARI, Nokennews.com – Rumah Sakit Umum Daerah (RSU) Rujukan Provinsi Papua Barat, merupakan satu dari dua rumah sakit rujukan penanganan COVID-19. Satu rumah sakit serupa berada di Sorong.

RSUD Rujukan Provinsi, memiliki PCR Real Time yang menggunakan teagen dan Tes Cepat Molekuler (TCM) yang menggunakan Catridge. Jumlah pemeriksaan menjadi pembeda kedua mesin ini.

Diketahui, jumlah pemeriksaan swab PCR mampu menampung 34 sampel sekali periksa, sedangkan TCM hanya memeriksa 4 sampel.

Saat ini RSUD Rujukan Provinsi memiliki stok 4.400 dari total 6.000 reagen. Untuk stok catridge mesin TCM berkisar 600, jumlahnya lebih sedikit karena sulit didapat.

“Reagen PCR yang sudah terpakai 1.600. Stok sekarang bisa sampai untuk dua bulan ke depan. Dalam sehari, ada sekitar 100 sampel swab yang diperiksa,” beber Direktur RSUD Provinsi Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap, Selasa (28/7/2020).

Meski demikian, diprediksi jumlah reagen harus kembali dibeli mengingat RSUD Rujukan Provinsi Papua Barat, memeriksa sampel dari kabupaten Manokwari, Kaimana dan Fakfak.

Pemeriksaan sampel swab 100 per hari, juga membuat petugas laboratorium bekerja sejak pagi hingga sore atau bahkan kadang malam hari hingga subuh.

“Memang RS Rujukan provinsi harus memiliki dua alat PCR. Tenaga laboratorium kami juga terbatas. Itu sebabnya kenapa pemeriksaan sampel dipilah, mana yang urgen diperiksa duluan,” jelas Arnold.

Ia juga memaparkan perbedaan hasil pemeriksaan sampel antara PCR real time dan TCM. Dimana data hasil pemeriksaan TCM langsung dipantau Kementrian Kesehatan, sedangkan PCR lebih umum.

“TCM lebih dipakai untuk memeriksa pasien suspek, misalnya reaktif hasil rapid kemudian diperiksa dengan TCM. Juga biasa dipakai untuk follow up pasien,” paparnya lagi.

Beberapa kabupaten/kota di Papua Barat, sudah memiliki mesin PCR dan TCM, seperti kabupaten Teluk Wondama yang menggunakan TCM. PCR di kabupaten Teluk Bintuni, yang kini sudah masuk zona hijau.

RSUD Manokwari, juga memiliki mesin PCR yang dalam waktu dekat segera difungsikan, mengingat tenaga kesehatan baru pulang mengikuti pelatihan di Makassar. Persiapan laboratorium, terlebih untuk bio safety juga sedang disiapkan.

“Kalau untuk kabupaten dan kota Sorong, saya belum konfirmasi, apakah punya PCR dan TCM. Tetapi sejauh ini pemeriksaan sampel masih dikirim ke Makassar,” singkatnya. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan