Selain COVID-19, RSU Papua Barat Bersiap Buka Pelayanan Umum



Direktur Utama RSU Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap M.Epid. (Foto : Thiaz/NokenNews)

MANOKWARI, NokenNews.com – Hampir sepanjang tahun 2020, RSU Papua Barat menangani pasien COVID-19. Kini, sedang bersiap untuk melayani pasien umum sekitar Maret atau April 2021.

Direktur Utama RSU Papua Barat, dr. Arnoldus Tiniap M.Epid memastikan rencana ini diharuskan memilah bangsal antara pasien COVID-19 dengan pasien umum.

“Ada empat bangsal di RSU Papua Barat, bangsal kebidanan, anak, penyakit dalam dan bangsal bedah. Saat ini bangsal kebidanan sedang disiapkan,” bebernya Kamis (7/1/2021).

Empat bangsal itu dinilai cukup dengan kapasitas 200 tempat tidur. Di mana satu ruangan bisa menampung enam tempat tidur untuk pasien umum dan tiga tempat tidur untuk pasien COVID-19.

RSU Papua Barat, juga memiliki sejumlah peralatan untuk mendukung pelayanan, diantaranya alat untuk pemeriksaan kimia darah, kolesterol dan asam urat. Ada juga dua alat Radiologi, salah satunya jenis portabel (bisa didorong), ct.scan dan USG empat dimensi.

“Yang akan dilengkapi adalah ruangan operasi beserta peralatannya. Jika sudah siap, kita juga bisa melayani operasi cecar,” bebernya.

Saat ini tercatat 17 tenga dokter umum, 16 diantaranya merupakan tenaga kontrak. Hanya satu dokter (Spesialis anak) ASN di RSU Papua Barat.

Rumah sakit bertipe C ini harus memiliki dokter spesialis bedah, penyakit dalam, anak, pantologi klinik (lab). Termasuk spesialis radiologi, anastesi, dokter mata dan THT.

“Ada dua tenaga dokter penyakit dalam, statusnya kontrak. Kalau dokter bedah belum ada. Dokter spesialis anastesi juga untuk menangani pasien COVID-19 kategori berat,” paparnya.

Sementara 75 perawat sebagian diantaranya berstatus tenaga kontrak. Sedangkan 30 tenaga bidan untuk sementara lebih berperan sebagai perawat, sambil menunggu rampungnya bangsal kebidanan.

“Para bidan ini diharapkan sementara bertugas sebagai perawat meski dasar ilmunya sedikit berbeda. Kalau tenaga analisis dan laboratorium sudah cukup,” ujarnya lagi.

Diharapkan kebutuhan RSU Papua Barat, terpenuhi agar target pelayanan umum sekira dua atau tiga bulan ke depan bisa berjalan. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan