Sudah Waktunya Perusahaan Migas di Papua Barat Berdayakan Tenaga Lokal



Foto : Pelepasan 100 siswa angkatan V Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas di Teluk Bintuni, Senin, (24/2/220).

MANOKWARI, Nokennews.com –  Perusahaan Minyak dan Gas Bumi (Migas) di Papua Barat, terutama di Kabupaten Teluk Bintuni, diingatkan memberdayakan tenaga lokal.

Hal ini disampaikan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan saat melepas 100 siswa angkatan V Pusat Pelatihan Teknik Industri dan Migas di Teluk Bintuni, Senin, (24/2/220).

Perusahaan Migas juga diminta rutin melaporkan rincian akan kebutuhan tenaga kerja kepada pemerintah daerah setempat.

“Pemerintah daerah bisa menyiapkan berapa kebutuhan jumlah tenaga kerja pria dan wanita, sesuai kebutuhan bidang atau proyek yang berlangsung sekarang dan nanti,” ujar gubernur.

Menurutnya, putra-putri asli tujuh suku di Teluk Bintuni, harus diprioritaskan dalam rekrutan tenaga kerja di perusahaan Migas.

Sebanyak 100 lulusan Pelatihan Teknik Industri dan Migas yang dilaksanakan bersama Petrotekno di Ciloto, Jawa Barat.

Dari jumlah ini, 20 diantaranya bersertifikat atau kualifikasi sebagai tenaga scaffolder, 40 rigger, 20 elektrician dan 20 orang kualifikasi pipe fitter.

Sesuai dengan implementasi Undang-undang Otonomi Khusus, diharapkan semua lulusan ini diberdayakan sesuai bidang Migas termasuk industri pasar kerja di Kabupaten Teluk Bintuni.

Di kabupaten berjuluk Kali Kabur ini, terdapat perusahaan Migas BP Tanggung, Genting Oil dan perusahaan lain. Dalam waktu dekat Industri petrokimia akan dibangun di Onar.

Gubernur menegaskan Pemprov Papua Barat dan Kabupaten Teluk Bintuni, menyepakati kebijakan membatasi rekrutan tenaga kerja dari luar Papua.

Dengan demikian, serapan SDM sebagai tenaga lokal akan berjalan optimal, sesuai harapan dan keinginan dengan melibatkan tenaga kerja orang asli Papua yang terampil dan memiliki spesifikasi khusus. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan