Teluk Bintuni Perkuat Perlindungan Usia Rentan dan Nakes dari COVID-19



Rapat Kerja Bupati/walikota se-Papua Barat, Kamis (5/11/2020) di Manokwari.

MANOKWARI, NokenNews.com – Satuan Tugas penanganan dan pencegahan COVID-19 kabupaten Teluk Bintuni, berupaya menguatkan perlindungan dari ancaman dan bahaya COVID-19.

“Kami berupaya melindungi mereka yang masuk dalam kelompok rentan (lanjut usia dan bayi), juga terhadap tenaga kesehatan,” ungkap Dokter Wiendo, juru bicara Satgas COVID-19 Bintuni, Kamis (5/11/2020).

Saat virtual dalam rapat bupati/walikota se-Papua Barat, ia mengungkap mereka yang mengidap penyakit kronis, lansia dan balita stunting, menjadi fokus kerja Satgas.

Wiendo mengaku tercatat 347 balita stunting di Bintuni, yang diupayakan agar tidak tertular COVID-19. Memenuhi kebutuhan gizi dan vitamin, termasuk upaya screening dan memantau secara berkala gejala COVID-19, dilakukan sebagai upaya pencegahan.

“Kami juga siapkan penanganan cepat. Ada pemeriksaan rutin untuk Nakes, dengan swab dan hasilnya diuji di laboratorium,” bebernya.

Menurutnya Teluk Bintuni, salah satu wilayah di Papua Barat, yang mencatat cukup banyak kasus COVID-19. Akan tetapi tingkat kesembuhan juga menunjukan catatan yang positif, dengan 98,2 persen.

Dari 609 kasus positif COVID-19, sebanyak 598 diantaranya berhasil disembuhkan. Saat ini tersisa tiga pasien yang dirawat, sementara 8 orang tercatat meninggal dunia.

Untuk memaksimalkan proteksi terhadap ancaman virus, Satgas COVID-19 Bintuni, menguatkan peran dan fungsi tenaga kesehatan hingga tingkat kampung. Penegakan protokol kesehatan juga melibatkan relawan di daerah itu. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan