Tokoh Intelektual Suku Maya Desak Peninjauan Ulang 11 Kursi DPR Otsus



Foto : Tokoh Intelektual Suku Maya Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, mendesak peninjauan ulang penetapan 11 Kursi pengangkatan DPR Papua Barat. (red/nn)

WAISAI, Nokennews.com – Tokoh intelektualSuku Maya Kabupaten Raja Ampat, mendesak peninjauan kembali penetapan 11 kursi Pengangkatan DPR Papua Barat atau DPR Otsus.

Tokoh masyarakat Suku Maya, Dr. Ir. Gasper Louw, M.Si, menegaskan tiga poin yang menjadi dasar kekecewaan dan harus diperhatikan Pemprov Papua Barat.

Pertama, mempertanyakan kredibilitas ketua Pansel, Frangky Umpain, karena sebelumnya yang bersangkutan tidak lolos seleksi calon DPR Jalur Otsus Papua Barat untuk Raja Ampat.

“Bisa saja ini menjadi unsur ketidaksenangan bagi 3 calon dari Raja Ampat, sehingga menghambat mereka untuk terpilih dalam kuota 11 Kursi DPR Jalur Otsus ini,” ujarnya, Sabtu (11/7/2020) di Waisai.

Poin kedua, dua dari 3 calon masyarakat adat Raja Ampat, dinilai memenuhi syarat rekrutan dan penilaian. Abraham Goram Gaman dan Yohanis Daat, dua wakil yang dimaksud melewati proses rekrutan melalui Musyawarah Besar (MUBES) Dewan Adat Suku Maya.

Satu nama lainnya adalah Yusuf Aitem, yang mendapat mandat seluruh suku di Raja Ampat, sebagai calon legislatif DPR jalur Otsus Papua Barat.

“Sehingga, kami mempertanyakan bagaimana dengan keterwakilan suku Maya setelah hasil dari Pansel ini,” beber Gasper Louw.

Menurutnya jika mempertanyakan nilai, Abraham Goram Gaman memiliki nilai 193 dan Yohanis Daat memiliki nilai 183,4 lebih tinggi dari beberapa calon yang ditetapkan.

Poin ketiga, masyarakat Suku Maya Raja Ampat, berkeinginan memiliki keterwakilan di DPR provinsi Papua Barat.

“Kami, masyarakat Suku Maya ingin Gubernur Papua Barat, meninjau hasil penetapan Pansel DPR Otsus PB untuk hasil keterwakilan ini,” tegasnya.

Jika ketiga poin yang dimaksud diacuhkan Pemprov Papua Barat, Masyarakat Suku Maya siap mengangkat sumpah adat untuk mempertegas aksi pemalangan sejumlah objek vital pariwisata di Raja Ampat.

Selain itu, mereka juga mengancam tidak akan ikut berpartisipasi dan siap memboikot Pilkada serentak.

“Tentu jika hal ini tidak diperhatikan dan ditinjau secara seksama,” singkatnya. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan