Tolak Kelapa Sawit dan Ilegal Mining, Ini Pesan Ketua MRP Papua Barat



Foto : Agenda Reses Ketua MRP Papua Barat, Maxi Nelson Ahoren, Sabtu (4/1/2020) di Kampung Kobrey, Distrik Ransiki, Manokwari Selatan.

MANSEL, Nokennews.com – Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat, Maxi Nelson Ahoren mengungkap banyak harapan dari aspirasi yang disampaikan masyarakat di Kabupaten Manokwari Selatan.

Diantaranya menolak perkebunan kelapa sawit dan penambangan ilegal (ilegal mining). Hal ini disuarakan masyarakat saat reses sekaligus open house dan syukuran di Kampung Kobrey, Distrik Ransiki, Sabtu (4/1/2020).

Menurut Maxi, penolakan kelapa sawit oleh masyarakat adat di Distrik Tahota karena tarik ulur. Dimana sebagian diantaranya menolak namun ada pula masyarakat yang menerima.

“Kita MRP jelas menolak karena kelapa sawit tak ada untungnya untuk orang asli Papua. Aplagi mengorbankan hak maayarakat adat atas lahannya,” tegasnya.

Sebelumnya MRP Papua Barat juga mendukung masyarakat adat saat penolakan perkebunan kelapa sawit di Tambrauw.

Masalah lain yang juga dijabarkan adalah ilegal mining di Distrik Tahota. Sesuai laporan masyarakat, sudah banyak orang dari luar melakukan aktivitas penambangan secara ilegal.

“Saya dapat laporan langsung dari masyarakat, di Tahota itu potensi tambang emas mulai dikeruk,” terangnya.

Maxi pun meminta perhatian aparat keamanan di Kabupaten Manokwari Selatan, untuk memantau lokasi penambangan yang dimaksud.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak terlena dengan tawaran yang dilakukan oknum-oknum tertentu, yang hanya ingin mengambil untung dari keberadaan potensi tambang itu.

Sejumlah masukan juga datang dari Distrik Momiwaren, baik soal kebutuhan infrastruktur jalan hingga pemukiman warga dan beberapa potensi lain.

Di sisi lain, orang nomor satu di MRP Papua Barat ini tetap mendukung program pemerintah. Namun ia berharap kepentingan pemerintah juga tak boleh mengorbankan kepentingan masyarakat adat.

“Ada juga soal honorer yang mencapai ribuan, sedangkan yang diangkat hanya ratusan. Ini menjadi perhatian penting bagi kami,” ujar Maxi.

Ia mengingatkan para orang tua menyiapkan SDM anak negeri karena ke depan akan ada penerimaan, salah satunya pendaftaran yang dibuka Polri khusus bagi putera asli Papua.

“Pendaftaran dibuka tanggal 9 Januari. Siapkan putera asli Papua, anak-anak yang fisiknya bagus untuk mengabdi menjadi polisi,” pesannya. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan