Tolak Keputusan Panja, Solidaritas Masyarakat Mpur Demo Kesbangpol



Foto : Demo Solidaritas Masyarakat Mpur Kabupaten Tambrauw, di Kantor Kesbangpol Papua Barat, Senin (24/2/2020).

MANOKWARI, Nokennews.com – Solidaritas Masyarakat Mpur Kabupaten Tambrauw, menggelar aksi demo di Kantor Kesbangpol Papua Barat, Senin (24/2/2020), pukul 10.00 wit.

Mereka mendesak Kesbangpol Papua Barat meninjau kembali berkas calon anggota DPR PB Jalur Otsus asal Kabupaten Tambrauw.

Pasalnya, hasil keputusan rekrutan calon yang dilalukan panitia penjaringan (Panja) daerah, dinilai tidak mewakili masyarakat adat suku Mpur, Tambrauw.

“Kami menolak dengan tegas keputusan Panitia Penjaringan (Panja) anggota DPR PB jalur pengangkatan periode 2019-2024,” tegas koordinator Solidaritas Masyarakat Suku Mpur, Hans Leonard Bonepay.

Dirinya meminta Kesbangpol melakukan peninjauan kembali terkait usulan nama salah satu calon asal Tambrauw, yang dinilai cacat secara administrasi.

Dikatakan, hasil penjaringan Panja atas nama Paul Baru sebagai calon anggota DPR Otsus, tidak mewakili masyarakat suku Mpur. Sebaliknya mereka mengusung nama Otto Ajoi yang lebih pas dan mewakili masyarakat Mpur.

“Kami merasa di dizolimi dengan tidak masuknya perwakilan lima suku masyarakat di Tambrauw. Saudara Paul Baru seharusnya masuk melalui wilayah Ayamaru, Aifat, dan Aitinyo Maybrat bukan dari Tambrauw,” bebernya.

Saat menemui perwakilan massa di ruang kerjanya, Kepala Kesbangpol Papua Barat, Baesarah Wael mengaku siap meneruskan aspirasi tersebut kepada Panitia Seleksi tingkat provinsi.

“Ada dua nama yang masuk dari Tambrauw. Jika ada yang protes dan tidak terima, itu wajar Karena alokasi kuotanya memang terbatas,” terangnya.

Ia menambahkan tak ada istilah peninjauan kembali dalam Perdasus, sehingga nama-nama yang telah diserahkan ke Panitia Seleksi (Pansel) prosesnya tetap berjalan. (ajm/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan