Paulus Waterpauw Optimis Masalah Stunting Terjawab 2024

Rakor Evaluasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting di Gedung TP PKK Arfai, Manokwari, Selasa (3/10/2023). (Foto: ELS)

MANOKWARI– Penjabat Gubernur Papua Barat Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw, sangat optimis mencapai target penanganan stunting 14 persen tahun 2023.

Sesuai survei gizi indonesia (SSGI) tahun 2022, Papua Barat mencatat 13,39 persen prevalensi stunting semester I per Juni 2023.

“Saya optimis bahkan bisa lebih dari target,” kata dia via zoom meeting pada Rakor evaluasi terpadu percepatan penurunan stunting di Gedung TP PKK Arfai, Manokwari, Selasa (3/10/2023).

Menurut Waterpauw, penanganan stunting menjadi fokus inisiasi pemerintah provinsi dan 7 pemerintah kabupaten, sekaligus juga kemiskinan ekstrim.

Jenderal bintang tiga ini menyebut Papua Barat sangat konsisten mendukung penanggulangan stunting yang selaras dengan prioritas nasional.

Ia menyebut stunting sangat relevansi dengan upaya membangun sumber daya manusia (SDM). Dampaknya merugikan dari segi kesehatan dan sisi produktivitas ekonomi jika mengabaikan stunting.

Selain itu stunting juga dapat memicu perkembangan sel otak yang pada akhirnya mengakibatkan tidak optimalnya tingkat kecerdasan.

“Artinya kemampuan kognitif anak untuk jangka panjang, lebih rendah, produktivitas menurun, pertumbuhan ekonomi terhambat juga menimbulkan masalah sosial budaya,” sebutnya.

“Membangun SDM bagian dari pilar visi Indonesia 2045. Penting mengatasi persoalan untuk membangun SDM, salah satunya stunting dan kita cari solusinya,” kata Waterpauw lagi.

Stunting sebagai salah satu indikator sustainable development goals (pembangunan berkelanjutan) pada tujuan ke-2, yaitu menghilangkan kelaparan dan segala bentuk malnutrisi tahun 2030.

Sesuai semangat SDGS yaitu no one left behind (tidak ada yang tertinggal), dengan mewujudkan pelayanan kapasitas dalam penanggulangan stunting dan kemiskinan.

Rakor digagas Menko Bidang PMK RI, diikuti virtual oleh kementrian dan lembaga terkait di Papua Barat dan Papua Barat Daya.

(ELS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *