Paulus Waterpauw Sebut Peredaran Ganja di Tanah Papua Relevansi Dengan KKB

Pj Gubernur Papua Barat, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw dalam peresmian pusat rehabilitasi jiwa dan rehabilitasi Napza di RSUD Papua Barat.

MANOKWARI – Peredaran Narkoba golongan satu jenis Ganja di Papua Barat masih terus terjadi. Itu dibuktikan dengan sejumlah kasus yang berhasil diungkap pihak kepolisian maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Barat.

Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw menyebut, peredaran Ganja di Papua Barat bukan hasil penyelundupan dari Aceh maupun daerah lainnya, melainkan dari negara tetangga yakni PNG.

“Ganja disini masuk dari PNG, melalui jalan tradisional dan merembet ke saudara saudara kita di Papua Barat yang mengkonsumsi itu,” ungkapnya.

Purnawirawan jenderal bintang tiga di kepolisian itu lalu menyebut ada relevansi antara peredaran ganja dengan kelompok kriminal bersenjata.

“Mereka juga melakukan perdagangan ini untuk hidup dan juga untuk kepentingan mendapatkan berbagai hal yang berkaitan dengan pekerjaan mereka saat ini (amunisi dan senjata),” terangnya.

Eks Kabaintelkam Polri itu juga menyebut penyelundupan Narkoba saat ini dilakukan dengan mudah, karena menggunakan kecanggihan teknologi.

“Mereka ada yang menggunakan pola terbuka, dengan kecanggihan teknologi. Misalnya, lepas di laut, pasang titik koordinat dan kemudian dengan koordinat itu, barang bisa dijemput. Ini tugas kita bersama, untuk tidak melihat satu titik, tapi sesungguhnya ada teori gunung es dalam peredaran ini,” tandasnya.

(NJO/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *