Akomodir 186 Pengusaha OAP, Gubernur Ingatkan Kesepakatan Teminabuan



Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan (kiri) bertemu pengusaha asli Papua. (els/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Suara hati pengusaha asli Papua yang belum mendapat pekerjaan/proyek, akhirnya dijawab Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, Jumat (2/10/2020).

Saat pertemuan di Kantor Gubernur Papua Barat di Manokwari, 186 pengusaha asli Papua, akan diakomodir. Dari jumlah itu, 1.391 pengusaha asli Papua sudah mendapat pekerjaan.

“Kasih saya waktu. Ini akan saya rapatkan kembali bersama pimpinan OPD untuk menjawab 186 pengusaha yang belum mendapat pekerjaan,” terang gubernur.

Ia menegaskan jumlah pengusaha asli Papua, 186 itu merupakan final dan tidak ditambah lagi. Hasil rapat nanti bersama pimpinan OPD, tetap mengacu terhadap jumlah itu.

Besar-kecilnya nilai proyek yang akan diberikan kepada pengusaha yang belum kebagian, diharapkan dimengerti. Apalagi dalam situasi pandemi saat ini.

Menurutnya kabupaten/kota di Papua Barat, tidak komitmen terhadap kesepakatan bersama di Teminabuan, Sorong Selatan, 29-30 April 2019.

Pertemuan saat itu dihadiri bupati/wali kota se-Papua Barat, diantaranya melahirkan kesepakatan untuk mengakomodir paket proyek bagi pengusaha asli Papua.

“Mungkin ada kabupaten/kota yang tidak paham atau tidak menjalankan. Kita sudah sepakat 70 persen diakomodir kabupaten/kota, sisanya 30 persen diakomodir provinsi,” jelas gubernur.

Ditegaskan terdapat porsi dari APBD kabupaten/kota, untuk menjawab paket proyek pengadaan barang dan jasa. Tetapi, pengusaha asli Papua sejak tahun 2018, 2019 dan 2020 tetap mengadu ke provinsi.

Pemprov Papua Barat, lanjut gubernur tetap memiliki niat yang baik untuk mendengar aspirasi pengusaha asli Papua. Ini sesuai motto Papua Barat, ‘Membangun dengan hati, mempersatukan dengan kasih, mewujudkan Papua Barat yang aman, damai dan sejahtera,’.

“Kita komitmen, tetapi akhirnya kembali ke provinsi lagi. Padahal melalui sistem aplikasi agar ada pembinaan dan tidak terjadi seperti ini,” paparnya.

Ke depan, seluruh kabupaten/kota diharapkan menerapkan kebijakan sesuai kesepakatan, untuk mengakomodir paket proyek bagi pengusaha asli Papua.

Jika tidak, hal seperti ini akan terus berlangsung dari tahun ke tahun. Para pengusaha asli Papua, juga berharap paket proyek pekerjaan yang sudah ditentukan, tak lagi diubah atau dialihkan.

“Karena masih pandemi, kita tidak bisa berlama-lama. Intinya provinsi akan mengakomodir pengusaha asli Papua, yang belum kebagian pekerjaan,” singkat gubernur mengakhiri pertemuan. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan