Dua Perguruan Tinggi Dilibatkan Dampingi Usaha Pondok Jualan Mama Papua



Gubernur Papua Barat, Drs.Dominggus Mandacan, M.Si (tengah) dan Kabid Pemberdayaan Sosial, Marthen L. Tirony (ke dua dari kiri) dalam sebuah kesempatan di depan pondok jualan Bumi Marina Manokwari. (pzk/nn)

MANOKWARI – Dua Perguruan Tinggi di Papua Barat, disiapkan ikut dalam program bantuan pondok jualan (pinang) gagasan Dinas Sosial Provinsi Papua Barat.

Sekolah Tinggi Ilmu Hukum (STIH) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Mah-Eisa Manokwari, disiapkan sebagai pendamping program itu.

Kepala Bidang Pemberdayaan Sosial, Dinas Sosial provinsi Papua Barat, Marthen L. Tirony membeberkan alasan rencana keterlibatan dua perguruan tinggi tersebut.

STIH nantinya membantu pengurusan SIUP, SITU, NPWP sedangkan STIE Mah-Eisa membantu dalam hal pendampingan usaha mama Papua.

“Meski ada petugas sosial di kabupaten/kota yang bisa mendampingi, tetapi kita punya rencana kerja sama dengan ke dua PT itu,” sebutnya, Senin (4/10/2021) di Manokwari.

“Banyak belum memahami pengeluaran dan pemasukan. Nah, kita harap kehadiran STIE Mah-Eisa dapat membantu dalam hal manajemen keuangan,” ujar Tirony lagi.

Menurutnya bantuan pondok jualan akan mubasir jika tidak dibarengi pendampingan keuangan yang tepat. Pihaknya tak hanya memperhatikan bantuan fisik, tetapi juga modal sekalian pengelolaannya.

Begitu juga saat hendak mengembangkan usaha misalnya, mereka harus mengajukan kredit di bank, termasuk kembali mengurus legalitas seperti yang dilakukan pada awal (NPWP, SIUP dan SITU).

“Kita evaluasi untuk permohonan bantuan pondok jualan yang masuk, agar nanti dibangun merata di seluruh kabupaten/kota. Saat ini sudah 500 pondok jualan yang dibangun untuk mama Papua,” pungkasnya. (els/nn)

Author

admin

Tinggalkan Balasan