Geram OPD yang Lamban, Dominggus : Satu kata Saya Dijabarkan 1.000!



Rakor Pengadaan Tanah pelebaran ruas Jalan Drs. Esau Sesa, Jumat (2/10/2020) di salah satu hotel di Manokwari. (els/nn)

MANOKWARI, Nokennews.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan geram dengan sikap OPD teknis yang dinilai lamban dan seakan tak memahami tupoksi.

Ia menegaskan pejabat terkait bersama seluruh staf, harus memahami tugas dan tanggung jawab dengan tidak mengulur-ulur sebuah pekerjaan.

“Gubernur bicara satu kata, kalian jabarkan jadi seribu kata. Orang yang ditempatkan di OPD tentu paham,” terang gubernur saat Rakor Pengadaan Tanah pelebaran ruas Jalan Drs. Esau Sesa, Jumat (2/10/2020) di salah satu hotel di Manokwari.

Menurutnya pelebaran jalan mulai dibahas tahun 2018, tetapi belum juga terlaksana hingga tahun 2020. Namun dalam rakor itu masih membahas AMDAL dan hal ini pun disesalkan gubernur.

“Dalam APBD Provinsi sudah disampaikan. Satu kata saya, OPD teknis entah lingkungan hidup, perhubungan, pertanahan sudah paham. Jangan sampai pertemuan berikut hanya membahas AMDAL dan tanah lagi,” kesal gubernur.

Ia menyebut anggaran ganti rugi pelebaran jalan sudah disiapkan dan masuk APBD. Namun soal AMDAL yang dimaksud apakah sudah disampaikan atau tidak.

Apalagi Kementrian Perhubungan dan Kemen PUPR sudah menyiapkan anggaran untuk mendukung pelebaran jalan, termasuk pelebaran bandara Rendani Manokwari. Jika tidak siap, dikhawatirkan anggaran itu bisa dialihkan untuk provinsi lain.

“Belum tentu kita usulkan tahun 2021 dan langsung dapat. Karena yang sekarang saja belum rampung. Saya ingin hal ini jadi perhatian semua OPD terkait, termasuk Pemkab Manokwari. Kita harus selesaikan,” paparnya.

Untuk pelebaran jalan jika anggaran minim, disarankan memprioritaskan pelebaran 300 meter ditambah race area 150 meter. Sosialisasi kepada warga juga diingatkan agar saat pelaksanaan nanti berjalan dengan baik.

Gubernur mencontohkan saat dirinya dua periode menjabat Bupati Manokwari. Pembukaan jalan ke Pegunungan Arfak dan Testega dilakukan demi menjawab kebutuhan masyarakat.

“Hutan lindung, konservasi kita tabrak demi rakyat. Kalau tidak kapan mereka menikmati transportasi dan harus berjalan kaki seminggu ?. Bukan berarti abaikan AMDAL, yang bertugas bereskan itu,” pesannya.

Proyek pelebaran jalan Drs. Esau Sesa dimulai dari lampu merah Suri Motor hingga simpang pabrik semen Maruni, distrik Manokwari Barat hingga Manokwari Selatan.

Beberapa hal teknis yang dibahas dalam rakor, diantaranya pelaksanaan oleh Balai Pelaksana Jalan Nasional 17 Papua Barat, urusan ganti rugi oleh Pokja, penetapan KJPP untuk ganti rugi melalui SK oleh BPN. (els/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan