Gubernur Pabar : Protes SPN ? Lebih Pas Tanya Tua-tua Adat



Foto : Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan. 

MANOKWARI, Nokennews.com – Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan menegaskan pihak yang tidak berkepentingan tak boleh berkoar-koar terkait rencana pembangunan Sekolah Pendidikan Kepolisian Negara (SPN) di kabupaten Manokwari Selatan.

Hal ini dikatakan saat pencanangan 13 Kampung Tangguh Mandiri yang diprakarsai Polda Papua Barat, di Kampung Aimasi Manokwari, Sabtu (27/6/2020).

Menurutnya, pembangunan SPN saat ini sedang berjalan dan diharapkan selesai tepat waktu. Pembangunan ini pun diyakini sudah disetujui oleh pemilik ulayat, masyarakat adat dan pemerintah daerah setempat.

“Sebelum dibangun, sudah ada pertemuan dan sosialisasi antara pemilik ulayat, masyarakat adat dan pemerintah daerah setempat,” ujar Gubernur.

Orang nomor satu di Pemprov Papua Barat ini menyayangkan pihak yang berkomentar untuk menolak pembangunan SPN di Manokwari Selatan.

“Mungkin yang bersangkutan tidak hadir saat pertemuan masyarakat dan pemerintah. Tetapi baiknya kalau tidak terkait, tidak usah komentar,” paparnya.

Ia menilai yang lebih berhak dan pantas untuk berkomentar adalah masyarakat adat setempat atau pemilik ulayat, termasuk pemerintah daerah Manokwari Selatan.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing, saat meninjau lokasi pembangunan SPN di Manokwari Selatan, mengaku terbantu dengan lahan 23 hektare yang disiapkan pemilik ulayat.

“Lahan seluas itu sudah lebih dari cukup untuk membangun SPN. Tugas kita (Polda) sekarang adalah untuk menyelesaikan dan bisa membuka peluang bagi anak-anak kita nanti,” singkatnya.

Sebelumnya salah satu tokoh pemuda suku Arfak di Manokwari, menolak pembangunan SPN, dengan beragam alasan. Salah satunya soal pendidikan di Tanah Papua yang belum maju. Meski demikian, pembangunan SPN kini tetap berjalan sesuai rencana awal. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan