Gubernur : Tak Ada Alasan, Perayaan HUT PI Tetap di Pulau Mansinam



Foto : Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan memastikan perayaan HUT PI tetap di Pulau Mansinam.

MANOKWARI, Nokennews.com – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan menegaskan perayaan HUT PI ke-165, 5 Februari 2020 tetap digelar di Pulau Mansinam.

Perayaan ini pun tak boleh terganggu dengan masalah pembayaran pekerja situs di Pulau Mansinam.

Menurutnya Pemprov Papua Barat telah menyediakan anggaran yang cukup besar untuk pemeliharaan beberapa situs di lokasi itu.

Pihak pengelola sendiri mendapat suntikan dana Rp.4 Miliar Tahun 2017. Kemudian naik Rp.5 Miliar Tahun 2018 dan kembali naik Rp.6 Miliar Tahun 2019.

“Pemprov sudah anggarkan tetapi belakangan ada tarik-menarik dan ada pekerja situs yang belum dibayar,” terangnya, Selasa (7/1/2020) usai peresmian Kejati Papua Barat di Manokwari.

Dominggus yang juga sebagai Kepala Suku Besar Arfak ini menyarankan penyelesaian tunggakan pembayaran pekerja situs segera dilakukan.

“Harus duduk bersama, masyarakat yang belum mendapat haknya, pihak Klasis, Sinode dan juga pihak pengelola agar masalah ini selesai,” ujarnya.

Dominggus mengaku hingga kini belum merevisi SK pekerja situs Mansinam. Jumlah pekerja situs yang mendapat SK awal sebanyak 120 orang. Kemudian penambahan 130 orang berdasarkan SK tambahan yang haknya belum dibayar Tahun 2019.

“Sampai saat ini SK itu (tambahan) belum ada tanda-tanda kesepakatan. Kalau SK sudah direvisi, saya keluarkan surat itu,” sebutnya lagi.

Meski demikian dirinya menginginkan agar pesta perayaan HUT Pekabaran Injil nanti tetap dilaksanakan. Tak ada alasan perayaan terhambat, apalagi akibat palang-memalang.

Dominggus juga memastikan perayaan HUT PI tetap dipusatkan di Pulau Mansinam, seperti yang dilakukan pada perayaan sebelumnya.

Jauh sebelumnya, masyarakat di Pulau Mansinam mengancam tidak mengijinkan perayaan HUT PI nanti sebelum pembayaran hak pekerja situs terealisasi.

“Kami tidak memalang Injil, karena Injil sebagai pegangan hidup. Yang kami inginkan hanya pembayaran hak pekerja situs di Pulau Mansinam,” kata Yoshep Rumadas, tokoh masyarakat di Pulau Mansinam, belum lama ini. (rni/nn)

Author

Redaksi Noken News

Advertisement

shadow

Tinggalkan Balasan