Menanti Izin Pempus, Masyarakat Adat Siap Kelola Tambang Emas di Manokwari



Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan bertemu masyarakat Suku Meyah, Kamis (15/10/2020). Membahas rencana pengelolaan tambang emas di Distrik Masni Manokwari Papua Barat. (istimewa)

MANOKWARI, Nokennews.com – Rencana pengelolaan tambang emas di Manokwari, oleh koperasi Meirengkey Meyah Otgesinsu, bentukan masyarakat adat Meyah, Suku Besar Arfak, belum bisa terlaksana dalam waktu dekat.

Menyikapi hal ini, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, mengumpulkan sejumlah pimpinan OPD terkait dalam sebuah pertemuan, Kamis (15/10/2020) di Manokwari. Beberapa hal teknis terkait perizinan menjadi bahasan dalam pertemuan itu.

Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Papua Barat, Johanes Tulus menjelaskan perizinan tambang saat ini masih menunggu petunjuk dari pusat.

“Belum bisa diterbitkan karena masih menunggu peraturan pemerintah,” jelasnya, Kamis (15/10/2020) usai pertemuan.

Ia mengaku surat dari Kementrian ESDM dan juga gubernur, sudah ditunjukan kepada masyarakat yang ingin mengelola tambang emas tersebut.

“Izin tambang dikeluarkan Menteri ESDM di Jakarta. Untuk memudahkan prosesnya, pemerintah pusat melalui kementrian terkait melimpahkannya kepada gubernur,” bebernya.

Soal izin, pria yang akrab disapa Jhon ini mengungkap bisa diberikan kepada perorangan maupun koperasi, dengan ketentuan luas lahan berbeda.

Izin pengelolaan untuk perorangan seluas 5 hektare, sedangkan 10 hektare untuk koperasi. Sementara untuk luasan 15 atau 20 hektare harus dikelola oleh dua koperasi.

Masyarakat Meyah Suku Besar Arfak, membentuk sebuah koperasi bernama Meirengkey Meyah Otgesinsu. Koperasi ini disepakati dewan adat tujuh wilayah suku Meyah dan berencana mengelola potensi pertambangan emas di Distrik Masni, Kabupaten Manokwari Papua Barat.

Masyarakat Meyah di wilayah itu berharap dukungan pemerintah pusat, Pemprov Papua Barat dan Pemkab Manokwari, agar merealisasi rencana pengelolaan tambang emas demi peningkatan kesejahteraan kelak. (red/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan