P3A Papua Barat Intenskan Sosialisasi Perangi Lem Aibon



Foto : Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Papua Barat, Elsina Y. Sesa.

MANOKWARI, Nokennews.com – Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Papua Barat, meningkatkan soaialisasi dampak penggunaan Lem Aibon dengan sasaran anak usia sekolah.

Apalagi grafik pengguna Lem Aibon untuk anak usia sekolah terus mengalami peningkatan

Belakangan ada laporan terkait oknum pembeli Lem Aibon dan dijual kembali kepada anak usia sekolah.

Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Elsina Y. Sesa mengatakan sosialisasi bahaya dan dampak Lem Aibon tetap masuk program tahun ini.

“Kita sudah sampaikan ke kabupaten/kota, agar sosialisasi ini terus dilakukan. Sasaran kami saat ini adalah untuk anak-anak sekolah,” ujarnya kepada wartawan usai apel di halaman Kantor Gubernur Papua Barat, Senin (13/1/2020).

Sosialisasi ini juga dilakukan dengan menggandeng Dinas Kesehatan. Apalagi pengaruh Lem Aibon sangat besar untuk merusak perkembangan dan pertumbuhan anak usia sekolah.

“Sosialisasi juga disertai dengan gambar, misalnya bentuk dan perkembangan tubuh anak akibat pengaruh menghisap Lem Aibon,” terangnya sembari mengungkap L Aibon juga bisa mengakibatkan kematian.

Untuk saat ini Badan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Papua Barat, belum menerima laporan kasus Lem Aibon. Meski demikian, keberadaan data Simponi cukup membantu.

“Pengelolaan data Simponi, Sistim informasi online perlindungan perempuan dan anak, cukup membantu kami,” ujar Elsina.

Sebelumnya BNN Papua Barat, mencatat pengguna Lem Aibon kini juga merambah berbagai kalangan, termasuk Ibu Rumah Tangga. Bahkan, ada pula pemakai Aibon dalam tunggal serumah.

Lem Aibon sendiri diyakini menjadi pintu masuk dan jembatan untuk beralih mengkonsumsi ganja untuk anak usia sekolah.(pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan