Sukses Ekspor ke 3 Negara Eropa, Mansel Tambah 80 Ha Kakao



Foto : Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan (tengah) saat penanaman Kakao di lahan 80 Ha, Rabu (27/5/2020) di Ransiki, kabupaten Manokwari Selatan. (pzk/nn)

MANSEL, Nokennews.com – Kabupaten Manokwari Selatan, kembali mencanangkan penanaman biji Kakao di lahan 80 Ha.

Pencanangan dilakukan Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan, Rabu (27/5/2020) di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan.

Menurutnya Kakao merupakan andalan salah satu komoditas di Papua Barat, dengan pengembangan skema ekonomi hijau. Pengembangan ini termasuk perluasan lahan, sanitasi serta rehabilitasi tanan rusak.

“Alokasi anggaran 2020, APBD Papua Barat, Rp.2,9 Miliar, APBN Dirjen Tanaman Pangan Kementrian Pertanian Rp.3,9 Miliar. Karena recofusing anggaran, tahun ini 80 Ha Kakao ditanam, dari seharusnya 200 Ha,” jelas gubernur.

Instansi teknis terkait diminta memberikan pelatihan bagi petani demi peningkatan hasil produksi. Termasuk mendukung penuh petani untuk menghasilkan biji Kakao unggulan jenis premium dan olahan berbentuk bubuk serta lemak.

“OPD dan stake holder harus mendukung, koordinasi dengan pemerintah pusat, perbankan dan investor untuk memberi dana stimulan bagi petani Kakao,” pesannya.

Jauh sebelum Kakao diurus koperasi Ebersut sejak 2017, pengelolaan ini dahulu dikelola PT. Cokran Ransiki dengan lahan 4.093 Ha, namun kolaps tahun 2006 dan sempat vakum.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura provinsi Papua Barat, Jacob Fonataba, SP, M.Si mengungkap sejak dipegang Koperasi Ubersut, hasil sebulan biji Kakao 4 ton dari lahan 200 Ha.

Hasil ini pun pernah diekspor ke tiga negara di Eropa belum lama ini dan dilepas langsung Gubernur Papua Barat.

“Kami mendukung pengelolaan biji Kakao di Manokwari Selatan, dengan membantu Traktor, alat fermentasi dan alat penjemur. Ada tujuh varietas unggulan Kakao yang ditanam, salah satunya varietas unggulan hibrida,” paparnya. (pzk/nn)

Author

Redaksi Noken News

Tinggalkan Balasan