Pengobatan Massal TP PKK di Distrik Tanah Rubuh Diserbu Warga dan Pelajar

Tampak Ketua PKK saat memberikan makanan tambahan kepad anak di Distrik Tana Rubu, Kamis (3/8/2023).

MANOKWARI – Tim Penggerak (TP) PKK Papua Barat menggelar pengobatan massal geratis di Distrik Tanah Rubuh. Kegiatan kolaborasi bersama Pemprov Papua Barat yang digelar Kamis (3/8/2023) sejak pagi hari ini diserbu warga dan pelajar setempat.

Ketua Tim Penggerak PKK Papua Barat, Roma Megawanty P, S.Kom.,M.Si mengatakan, kegiatan pengobatan massal itu merupakan komitmen pengurus untuk menjabarkan visi organisasi PKK, yakni keluarga sehat, cerdas, berdaya, beriman dan bertaqwa.

Dalam kegiatan itu, tim pelaksana menyediakan layanan pengobatan umum, pemeriksaan Ibu hamil dan USG, Pemeriksaan Anak, Pelayanan Dokter Gigi dan juga aksi sikat gigi massal.
penyuluhan Ibu hamil mulai dari gizi seimbang dan persiapan menuju persalinan dan pasca persalinan.

Terlaksananya pengobatan massal itu kata Roma, merupakan ide dari suaminya yang juga Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw.

“Ini ide bapak, dan juga usulan internal PKK karena sebelumnya dilakukan di Kampung Susweni. Hari ini digelar di sini (Distrik Tanah Rubuh) sekaligus untuk menyambut Hut RI,” terangnya.

Dia lalu mengapresiasi kehadiran masyarakat dan para pelajar yang sangat antusias dalam kegiatan itu. Kehadiran mereka kata ketua PKK, menunjukan bahwa masyarajat peduli terhadap kesehatan.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan, Niko U Tike yang mewakili Pj Gubernur Papua Barat saat membuka kegiatan itu menekankan bahwa kesehatan tidak dapat dibeli, sehingga kesehatan menjadi berharga bagi semua pihak.

“Pemerintah menyambut baik kegiatan mulia ini dan optimis kehadiran Ketua TP PKK beserta jajaran dapat memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh masyarakat Tanah Rubuh untuk diobati,” katanya sembari menyampaikan bahwa pemerintah Provinsi tengah fokus pada percepatan penurunan stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Kita memerlukan intervensi yang terpadu, mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif. Kegiatan itu bagian dari intervensi yang sangat baik untuk percepatan penurunan stunting,” tambahnya.

(RLS/NN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *